Selasa, 27 Maret 2012

Haruskah jadi yang terakhir kalinya…?





Magetan, Senin 16 Mei 2011

Surat seorang sahabat,

Bissmillah,
“Semua penulis akan mati, hanya karyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu dia akhirat nanti.”(Ali bin Abi Thalib)

Apa kabar sahabat…? Hope you well and do take care…
Allah selalu bersama kita,

Sahabat,
Jujur aku bingung mau cerita apa, karena banyak sekali yang ingin aku ungkapkan disini,
Banyak sekali yang ingin aku bagi pada kalian,
Tentang ketakutan…kecemasan…dan keharuan…

Sahabat,
Rasanya kita sudah berteman begitu lama, Kita telah menjalani episode hidup ini dengan  berbagai cerita, Menumpuk banyak rasa, menumpuk banyak sekali perasaan.
Kadang aku bertanya dalam hati,”sampai kapankah persahabatan ini akan bertahan…?”
Aku terkadang merasa takut bila harus mengenang semuanya.
Karena di dunia inilah tanpa sengaja kita telah berjumpa,
Disnilah kita tertawa,
Disinilah kita mengenang segalanya…
Disinilah kita menebar pesona,
Disinilah kita menangis dalam asa…menyelami samudera kehidupan,
Terjerumus dalam angan-angan…
Disinilah kita merindukan hal itu bersama…
Dan disinilah kita…

Sahabat,
Kadang saat aku menulis catatan seperti ini, pasti aku membacanya berulang-ulang kali sebelum mem-postingnya. karena aku  takut menyinggung perasaan kalian. Aku takut membuat kalian kesal dengan tulisanku.
Mungkin aku bukanlah orang se-perfect “Habibburahman El-shirazy” didalam menulis, yang dengan tulisannya mampu membuat semua orang menangis. Oleh karena itulah, saat kalian membaca tulisan ini,aku tidak berharap kalian jadi sedih karenannya.  Justru aku ingin kalian bisa tertawa lepas, karena sahabat kalian yang “bodoh” dulu tengah belajar menulis sesuatu dengan hatinya, bukan dengan nafsunya. Yach…seenggaknya ketika kalian membacanya, kalian jadi tahu bahwa aku masih hidup….walaupun tak bisa untuk berjumpa, aku bersyukur Allah masih memberikan nafas sampai detik ini. Entah sampai kapan….?”

Sahabat,
Aku jadi ingat,
Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering hanyut dalam air mata.
aku merenungi setiap sisa perjalanan yang tak pernah aku tahu sampai kapan.
21 tahun bukanlah angka yang kecil dalam perhitungan waktu dunia. Tetapi tidak ada sepersekian detik dalam perhitungan waktu akhirat.
Tetapi apa yang telah aku buat di umur yang sudah 21 tahun ini….TIDAK ADA….
Justru aku sering membuat kalian menangis. Membuat kalian kecewa…sedih karena perbuatanku.
aku sering menghianati kepercayaan kalian.aku sering membuat kalian kesal…kawatir…dan kelakuan-kelakuan “Childist” lainya yang sering aku lakukan.
Ah…andai waktu bisa terulang,ingin sekali kuisi dengan senyum dan ketulusan.

Sahabat,
 inilah yang selalu aku rasakan setiap kali pergantian waktu perjalanan. Pasti terkenang saat nyawa ditarik keluar memisahkan roh dari jasad…itulah bayangan yang sering tergambar dalam fikiran.
Bila bayangan itu datang, tak ada yang aku bisa harapkan selain rahmat dari-Nya mengiringi “sakaratul mautku”.
Sudah cukupkah bekal aku untuk menempuh perjalanan yang jauh itu…?
Itulah yang membuat aku sedih…hiba…dan pilu.

Sahabat,
Terima kasih banyak…
Terima kasih atas motivasi dan dukungan kalian selama ini.
Terima kasih untuk 21 tahun yang hebat ini.
Aku tidak akan pernah bisa melupakannya…

Sahabat,
Jika suatu saat terdengar kabar aku sudah “pergi jauh”…,
maka maafkan semua salah dan silafku, yang aku sadari atau tidak.
Maafkan segala kesombonganku…keangkuhanku…dan kebodohanku,
Aku juga mohon maaf kepada semua umat Nabi Muhammad Saw.
Maaf…maafkan aku,

Sahabat,
Mungkin sampai disini dulu,
Jika Allah masih memberikan kesempatan, pasti aku akan “menulis” lagi untuk kalian.
Saat itu aku ingin membuat kalian semua tersenyum…

Wassalam.


NB:  Terima kasih atas do’a dan kiriman kalian,
         Padahal aku belum mengenal kalian…
         Tetapi kalian begitu “Care”
         Apa itu yang namanya sahabat…? ^_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar