Kamis, 22 Maret 2012

Cengeng...!

CENGENG...!
mungkinkah aku orang yang cengeng...?
mungkin aku tak perlu menjawab pertanyaan itu, karena air mata yang kini menetes adalah bukti ke-CENGENG-an itu.
bahkan sampai kata-kata ini kutulis, air mata itu masih saja menetes.
ketika tanpa sengaja kubuka Al-quran mungilku yang begitu bangga ketika aku memilikinya, karena ia kubeli dengan hasil jerih payahku sendiri.
yach...mungkin bagi kebanyakan orang, membeli sebuah Al-quran bukanlah hal yang sulit. karena memang harganya tidak terlampau mahal. tetapi hal itu tidak belaku bagiku...
aku ingat waktu itu, aku mengumpulkan uang saku-ku hampir sebulan lamanya untuk membeli Al-quran ini.
yach...Al-quran mungil yang sudah hampir 6 tahun lamanya ada di genggamanku...sebuah waktu yang tidak sebentar dalam perhitungan waktu dunia.

tetapi bodohnya aku,
dalam waktu yang begitu lamanya aku membaca dan mempelajarinya, tetapi tidak satu juz-pun mampu kuhafal...
sebuah prestasi yang sungguh mengecewakan...
padahal dulu pernah semangat-semangatnya menghafal tetapi ternyata setan masih begitu pintar dari pada aku...
mungkin karena tidak adanya tekad yang kuat dari dalam diriku sendiri untuk menghafalkannya.
Tetapi aku sadar…
Sehebat apapun seseorang, pastilah ada peran orang lain disampingnya.
Karena itulah, aku kadang merindukan sahabat yang selalu memotivasi aku.
Yang selalu mengingatkanku ketika aku lupa.
Bahkan kalau perlu mau menampar pipiku ketika aku mulai "futur"…
tapi sudahlah… tidak ada gunanya juga mengeluh.

Aku jadi teringat sms salah seorang insan yang mengatakan…

“Assalamualaikum…
Alhamdulillah akh, sudah khatam al-quran yang ke_”sekian”…”
sent:
23:33:04
12-03-2011
Malu mendengar berita itu,
Malu pada diriku sendiri…!
Malu pada Allah...!
malu pada Rasulullah..!
Oleh karena itulah aku semakin bertekad lebih mencintai Al-quran…mencoba membacnya disetiap waktu yang luang…
karena kadang terdetik pertanyaan pada diri ini,
Ketika ada orang non muslim begitu bangga membawa “al-kitab” didadanya,
kenapa aku tidak…kenapa aku harus malu…
Aku kadang ingin berteriak sekencang-kencangnya…”Ista’adu bii ana muslim”  “Saksikanlah bahwa aku ini seorang muslim”
Yach.. walaupun aku sadar, kalu berbicara masalah islam terlalu vocal pada hari ini, jangan heran ketika ada orang yang nyeletuk…
“Cih…ajaran TERORIS…!”
“Dasar aliran keras…!”
“fundanmentalis….!”
Dan perkataan lain yang kerap kali kudengar ditelinga ini…
Ah SUDAHLAH…

Tanpa sengaja aku sampai pada surat Al-Ahqaf ayat 15 yang artinya…

“kami perintahkan kepada manusi supaya berbuat baik kepada kedua oran ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ai berdoa, “Ya Tuhan-ku tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang engkau ridhai…”
Sebuah ayat yang mengigatkanku pada seseorang yang akhir-akhir ini kerap muncul didalam mimpiku. Mimpi indah yang terkadang begitu manis untuk dilupakan.
Entah sudah berapa banyak kata yang kutulis untuk menggambarkan sosoknya…tetapi tidak akan pernah akan habis,
Mungkin karena alasan itulah aku menulis sebuah kalimat berukuran besar yang kutempel di dinding kamarku yang isinya…

"INGAT HER….ORTU NUNGGU KAMU JADI ARANG SUKSES…!”
Tulisan itulah yang selalu menjadi cambuk bagiku ketika aku mulai "futur"...
Yach walaupun aku tahu, bukan kesuksesan materi yang diinginkan beliau, tetapi kesuksesan duniawi dan ukhrawi…
Yach itulah beliau…

Aku jadi terkenang…
Ketika sampai saat ini aku masih saja dianggap anak kecil oleh mereka.
Tetapi aku nikmati saja semua itu, karena pada saatnya nanti, aku akan merindukan saat-saat ini.
Beliau yang selalu menyuruh lekas istirahat ketika dirasa tidak ada tugas…
Beliau yang selau menganjurkan untuk segera ke dokter ketika aku mengeluh sakit…
Beliau yang selalu mengingatkan untuk meminum obat dan vitamin ketika aku mau tidur…
Dan pesan-pesan lain yang semuanya selalu aku simpan di dalam hp-ku…
Mungkin karena alasan itulah, aku selalu enggan memberi tahu beliau ketika aku mulai sakit, karena memang aku tak mau beliau terlalu kawatir…!

Aku juga teringat ketika ayahku selalu mencariku ketika aku pulang larut malam.
Aku tidak tahu alasan beliau melakukan hal itu, tetapi aku bersyukur punya sosok seperti beliau.

Yach…air mata ini kembali menetes untuk kesekian kalinya…
Aku kembali teringat memori–memori indah bersama beliau,
Dulu sewaktu aku masih SMA, aku sering sekali ikut beliau bekerja…
Waktu itu aku ingat, seharian penuh aku ikut beliau bekerja…dan hasilnya…kedua telapak tanganku terluka semua.
Waktu itu ayahku hanya tersenyum dan berkata…
“mungkin tangan itu gak pantes untuk kerja keras…pantesnya buat kerja kantoran….!”
Sebuah perkataan yang langsung merasuk dalam hatiku…sebuah perkataan yang sebenarnya begitu menyakitkan untuk diriku…
Tapi itulah kenyataannya…
Beliaulah yang tau seluk beluk diriku…
Beliaulah yang tahu seberapa kemampuanku…
Oleh karena itu,
Ketika aku memberitahukan nilai semesterku kepada beliau , ibuku langsung sms yang isinya…
“ibu bersyukur banget atas hasil ujian-mu le…,
ibu yakin berkat usaha dan semangat …
Kamu pasti bisa…
Makasih…
Yo wis cepet istirahat…!”
Sent:
20:15:18
21-02-2011

Finally…
Ibu…bapak…aku selau ingat nasehat kalian yang terkesan lucu ketika aku mengatakannya…
Tetapi entah kenapa hari ini ingin sekali ku katakana nasehat itu…
“….JANGAN PACARAN…
       …FOKUS KULIAH DULU…
          …JAGA KESEHATAN DAN CEPET ISTIRAHAT…!”
Top of Form
Bottom of Form


Tidak ada komentar:

Posting Komentar