CENGENG...!
mungkinkah
aku orang yang cengeng...?
mungkin aku
tak perlu menjawab pertanyaan itu, karena air mata yang kini menetes adalah
bukti ke-CENGENG-an itu.
bahkan sampai
kata-kata ini kutulis, air mata itu masih saja menetes.
ketika tanpa
sengaja kubuka Al-quran mungilku yang begitu bangga ketika aku memilikinya,
karena ia kubeli dengan hasil jerih payahku sendiri.
yach...mungkin
bagi kebanyakan orang, membeli sebuah Al-quran bukanlah hal yang sulit. karena
memang harganya tidak terlampau mahal. tetapi hal itu tidak belaku bagiku...
aku ingat
waktu itu, aku mengumpulkan uang saku-ku hampir sebulan lamanya untuk membeli
Al-quran ini.
yach...Al-quran
mungil yang sudah hampir 6 tahun lamanya ada di genggamanku...sebuah waktu yang
tidak sebentar dalam perhitungan waktu dunia.
tetapi
bodohnya aku,
dalam waktu
yang begitu lamanya aku membaca dan mempelajarinya, tetapi tidak satu juz-pun
mampu kuhafal...
sebuah
prestasi yang sungguh mengecewakan...
padahal dulu
pernah semangat-semangatnya menghafal tetapi ternyata setan masih begitu pintar
dari pada aku...
mungkin
karena tidak adanya tekad yang kuat dari dalam diriku sendiri untuk
menghafalkannya.
Tetapi aku
sadar…
Sehebat apapun
seseorang, pastilah ada peran orang lain disampingnya.
Karena
itulah, aku kadang merindukan sahabat yang selalu memotivasi aku.
Yang selalu
mengingatkanku ketika aku lupa.
Bahkan kalau
perlu mau menampar pipiku ketika aku mulai "futur"…
tapi sudahlah…
tidak ada gunanya juga mengeluh.
Aku jadi
teringat sms salah seorang insan yang mengatakan…
“Assalamualaikum…
Alhamdulillah
akh, sudah khatam al-quran yang ke_”sekian”…”
sent:
23:33:04
12-03-2011
Malu
mendengar berita itu,
Malu pada
diriku sendiri…!
Malu pada
Allah...!
malu pada
Rasulullah..!
Oleh karena
itulah aku semakin bertekad lebih mencintai Al-quran…mencoba membacnya disetiap
waktu yang luang…
karena
kadang terdetik pertanyaan pada diri ini,
Ketika ada
orang non muslim begitu bangga membawa “al-kitab” didadanya,
kenapa aku
tidak…kenapa aku harus malu…
Aku kadang
ingin berteriak sekencang-kencangnya…”Ista’adu bii ana muslim” “Saksikanlah
bahwa aku ini seorang muslim”
Yach..
walaupun aku sadar, kalu berbicara masalah islam terlalu vocal pada hari ini,
jangan heran ketika ada orang yang nyeletuk…
“Cih…ajaran
TERORIS…!”
“Dasar
aliran keras…!”
“fundanmentalis….!”
Dan
perkataan lain yang kerap kali kudengar ditelinga ini…
Ah SUDAHLAH…
Tanpa
sengaja aku sampai pada surat Al-Ahqaf ayat 15 yang artinya…
“kami
perintahkan kepada manusi supaya berbuat baik kepada kedua oran ibu bapaknya,
ibunya
mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia
telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ai berdoa, “Ya Tuhan-ku
tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh
yang engkau ridhai…”
Sebuah ayat
yang mengigatkanku pada seseorang yang akhir-akhir ini kerap muncul didalam
mimpiku. Mimpi indah yang terkadang begitu manis untuk dilupakan.
Entah sudah
berapa banyak kata yang kutulis untuk menggambarkan sosoknya…tetapi tidak akan
pernah akan habis,
Mungkin
karena alasan itulah aku menulis sebuah kalimat berukuran besar yang kutempel
di dinding kamarku yang isinya…
"INGAT
HER….ORTU NUNGGU KAMU JADI ARANG SUKSES…!”
Tulisan
itulah yang selalu menjadi cambuk bagiku ketika aku mulai "futur"...
Yach
walaupun aku tahu, bukan kesuksesan materi yang diinginkan beliau, tetapi
kesuksesan duniawi dan ukhrawi…
Yach itulah
beliau…
Aku jadi
terkenang…
Ketika
sampai saat ini aku masih saja dianggap anak kecil oleh mereka.
Tetapi aku
nikmati saja semua itu, karena pada saatnya nanti, aku akan merindukan
saat-saat ini.
Beliau yang
selalu menyuruh lekas istirahat ketika dirasa tidak ada tugas…
Beliau yang
selau menganjurkan untuk segera ke dokter ketika aku mengeluh sakit…
Beliau yang
selalu mengingatkan untuk meminum obat dan vitamin ketika aku mau tidur…
Dan
pesan-pesan lain yang semuanya selalu aku simpan di dalam hp-ku…
Mungkin
karena alasan itulah, aku selalu enggan memberi tahu beliau ketika aku mulai
sakit, karena memang aku tak mau beliau terlalu kawatir…!
Aku juga
teringat ketika ayahku selalu mencariku ketika aku pulang larut malam.
Aku tidak
tahu alasan beliau melakukan hal itu, tetapi aku bersyukur punya sosok seperti
beliau.
Yach…air
mata ini kembali menetes untuk kesekian kalinya…
Aku kembali
teringat memori–memori indah bersama beliau,
Dulu sewaktu
aku masih SMA, aku sering sekali ikut beliau bekerja…
Waktu itu
aku ingat, seharian penuh aku ikut beliau bekerja…dan hasilnya…kedua telapak
tanganku terluka semua.
Waktu itu
ayahku hanya tersenyum dan berkata…
“mungkin
tangan itu gak pantes untuk kerja keras…pantesnya buat kerja kantoran….!”
Sebuah
perkataan yang langsung merasuk dalam hatiku…sebuah perkataan yang sebenarnya
begitu menyakitkan untuk diriku…
Tapi itulah
kenyataannya…
Beliaulah
yang tau seluk beluk diriku…
Beliaulah
yang tahu seberapa kemampuanku…
Oleh karena
itu,
Ketika aku
memberitahukan nilai semesterku kepada beliau , ibuku langsung sms yang isinya…
“ibu
bersyukur banget atas hasil ujian-mu le…,
ibu yakin
berkat usaha dan semangat …
Kamu pasti
bisa…
Makasih…
Yo wis cepet
istirahat…!”
Sent:
20:15:18
21-02-2011
Finally…
Ibu…bapak…aku
selau ingat nasehat kalian yang terkesan lucu ketika aku mengatakannya…
Tetapi entah
kenapa hari ini ingin sekali ku katakana nasehat itu…
“….JANGAN
PACARAN…
…FOKUS KULIAH DULU…
…JAGA KESEHATAN DAN CEPET ISTIRAHAT…!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar