Kamis, 22 Maret 2012

Pekalongan 2


Kami bertiga terus berjalan menyusuri gelapnya suasana malam kota pekalongan. Waktu itu aku ingat sekali, kami bertiga melewati perlintasan rel kereta api yang begitu ramai pada malam itu. Awalnya aku kira orang yang ada di situ adalah mereka yang tengah menunggu jadwal kereta, ataupun mereka yang tengah asyik pacaran… tapi kata temanku mereka lebih dari sekedar pacaran….
ENTAHLAH…
Aku tidak amu membahas lebih jauh masalah itu…takutnya malah Zuudhon lagi.
Wallahu’alam…
Kamipun bergegas meninggalkan tempat itu dan kembali berjalan tak tau arah. Sempat aku berencana mengajak kedua temanku duduk-duduk di stasiun sampai pagi tetapi kuurungkan niat itu. Si Ustadz pun memutuskan bahwa mala mini kami harus mencari penginapan.
Ya penginapan….!
Untuk sekedar melepas lelah supaya acara besok bisa fresh…
Penginapan ….! Tapi dimana…?
Waktu itu kami sempat melihat hotel di seberang jalan…ada juga hotel yang berlabel SYARIAH..
Si uStadz pun kemudian bertanya pada orang tentang tariff hotel itu semalam…
Ya…sebuah tarif yang tentunya terjangkau bagi kantong mahasiswa seperti kami…
Waktu itu sempat Si Ustadz berencana untuk masuk hotel syariah….tapi aku berfikir lebih jauh soal uang kami. Memang sih aku tahu  bagaiman ilmu agama temanku ini…tapi malam itu aku sama sekali tidak punya fikiran untuk masuk hotel yang terkesan mewah itu.
Akhirnya kami memutuskan mencari hotel yang biasa saja. Dan pilihan kami jatuh pada sebuah hotel yang bernama “GAJAH MADA”
Awalnya aku sempat ragu ingin masuk kedalam, tapi karena sejak awal kedua temanku sudah mengajarkan ilmu NEKAD pada ku, akhirnya akupun masuk…
Alhamdulillah tariff hotel itu sesuai kantonng kami…yach…walaupun terkesan sangat sederhana tapi aku bersyukur bisa istirahat malam ini. Dan seenggaknya aku pernah merasakan bagaimana mrasanya menginap di hotel.
Waktu itu aku melihat wajah kedua jtemanku berubah 180”…yang tadinya kusam sekarang bisa tersenyum bahagia.
Tapi aku merasa aneh pada kedua temanku ini, temanku yang tadinya mengeluh capek, setelah berada di dalam kamar  justru tidak segera istirahat.
Memang sih…mala mini rasanya begitu indah untuk sekedar dibawa tidur begitu saja.
Keesokan harinya…sabtu,22 januari 2011…
Kami bertiga keluar untuk mencari sarapan pagi, dan aku melihat wajah PEKALONGAN yang sebenarnya.
Wajah yang ramah…santun….sopan…dan sangat berbeda 180” dari yang tadi malam.
Aku bersyukur…
Tepat pukul 09:00 WIB kami memutuskan untuk check-out dari hotel. Kamipun bergegas berjalan kaki menuju lokasi acara yang bertempat di gedung MUI PEKALONGAN…
Tidak lebih dari 30 menit, akhirnya kami menemukan gedung MUI itu…dan memang benar tepat berada di depan kampus UNIKAL.
Tapi waktu itu aku lihat suasana gedung MUI masih sangat sepi, kami pun memutuskan untuk duduk di depan kampus sembari melihat suasana kampus.
Pukul 10:00 WIB kami memberanikan diri untuk masuk ke gedung MUI sembari regitrasi. Waktu kami Tanya pada panitia acar, acara pembukaan baru dimulai sekitar pukul 13:00 WIB….so kamipun terpasa menunggu sembari istirahat di situ.
Waktu itu aku ngobrol-ngobol dengan peserta lain yang sudah mulai berdatangan…dan saat itulah aku melihat “Malaikat Cantik”…
Ya Allah… kadang aku berfikir, setiap berada di suatu tempat, pasti aku melihat “Malaikat Cantik”
ENTAHLAH…mungkin ini ujian atau apa aku juga tidak tau…
Aku hanya berusaha menundukkan pandanganku karena aku melihat  akhwat itu begitu menundukkan pandangannya dan menjaga hijabnya…
SUBHANALLAH…
Tepat pukul 13:00 acara pembukaanpun dimulai…
Aku melihat banyak perwakilan dari LDK kampus yang tidak datang pada hari itu. Tetapi aku rasa jumlah peserta yang hadir saat itu sudah bisa mewakili semuanya.
Pada waktu itu entah mengapa hatiku merasa tenang…
Aku merasa menemukan “Taman Surgaku” yang dulu pernah hilang…
Aku ingat sekali keakraban itu hampir mirip  dengan keakraban yang dulu pernah ada di “Taman Surgaku” dulu.
Aku bersyukur bisa merasakannya lagi.
Ketika kami bersama…
Tertawa bersama…menangis bersama…
Ketika membaca Al-qur’an bersama…
Ketika membaca Al-Ma’surat bersama diwaktu pagi dan petang… aku jadi menangis dibuatnya.

Dan sekali lagi aku benanr-benar beryukur… inilah “Taman Surga” itu…
Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu’akbar…
Malam harinyanya kembali ada acara yang begitu berkesan menurutku…
Malam itu ada acara keakraban LDK dan dialog peradapan umat….dalam acara itu, aku bisa melihat aktivis dakwah yang sesungguhnya… tentang semangat…keberanian…keyakinan…dan harapan semuanya jadi satu. Dan malam itu juga aku bisa mendengar kembali teriakan “TAKBIR” yang selama ini aku rindukan. Teriakan yang berasal dari hati, bukan hanya dari mulut semata.
Tak terasa air mata kembali menetes mengingat itu semua…
ALHAMDULILLAH…
Minggu,23 Januari 2011, kami harus pamit pulang lebih awal karena pada hari senin berikutnya kami akan menghadapi ujian akhir semester.
Sesuatu yang sangat berkesan…
Aku jadi berfikir…memang terkadang Allah memberikan duri terlebih dahulu untuk bisa menikmati harumnya mawar…tapi karena duri itulah, mawar begitu berkesan…
Kami memutuskan pulang pukul10:00 WIB..dan kami pun berjalan kearah stasiun karena kami berfikir bahwa naik kereta api akan mengirit ongkos perjalan kami.
Yach…itung-itung buat coba-coba,karena aku memang baru pertama itu naik kereta…
MEMALUKAN MEMANG…tapi mau gimana lagi..memang itulah kenyataannya.
Kami bertiga memilih kereta api ekonomi, karena kami pikir itulah yang paling murah.
Tapi karena itu juga, aku kembali bertemu dengan “malaikat Cantik”…tapi aku buru-buru menundukkan pandanganku hingga tak sempat melihat wajahnya…aku bersyukur. Selama perjalanan aku memilih membaca buku untuk mengalihkan pandanganku…ternyata ampuh juga…
Jadi ingat sesuatu…”Ketika terlintas di benak kita sesuatu kebaikan, segera lakukanlah sebelum setan berpelung menggoda…”
Finally…
Terkadang apa yang kita fikirkan bertolak belakang dengan keadaan yang ada…karena Imam Syafi’e pernah berpesan…”Sesuatu yang kita anggap benar, mempunyai peluang untuk salah di mata orang lain…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar