Kami bertiga terus berjalan menyusuri gelapnya suasana malam
kota pekalongan. Waktu itu aku ingat sekali, kami bertiga melewati perlintasan
rel kereta api yang begitu ramai pada malam itu. Awalnya aku kira orang yang
ada di situ adalah mereka yang tengah menunggu jadwal kereta, ataupun mereka
yang tengah asyik pacaran… tapi kata temanku mereka lebih dari sekedar
pacaran….
ENTAHLAH…
Aku tidak amu membahas lebih jauh masalah itu…takutnya malah
Zuudhon lagi.
Wallahu’alam…
Kamipun bergegas meninggalkan tempat itu dan kembali
berjalan tak tau arah. Sempat aku berencana mengajak kedua temanku duduk-duduk
di stasiun sampai pagi tetapi kuurungkan niat itu. Si Ustadz pun memutuskan
bahwa mala mini kami harus mencari penginapan.
Ya penginapan….!
Untuk sekedar melepas lelah supaya acara besok bisa fresh…
Penginapan ….! Tapi dimana…?
Waktu itu kami sempat melihat hotel di seberang jalan…ada
juga hotel yang berlabel SYARIAH..
Si uStadz pun kemudian bertanya pada orang tentang tariff
hotel itu semalam…
Ya…sebuah tarif yang tentunya terjangkau bagi kantong
mahasiswa seperti kami…
Waktu itu sempat Si Ustadz berencana untuk masuk hotel
syariah….tapi aku berfikir lebih jauh soal uang kami. Memang sih aku tahu bagaiman ilmu agama temanku ini…tapi malam
itu aku sama sekali tidak punya fikiran untuk masuk hotel yang terkesan mewah
itu.
Akhirnya kami memutuskan mencari hotel yang biasa saja. Dan
pilihan kami jatuh pada sebuah hotel yang bernama “GAJAH MADA”
Awalnya aku sempat ragu ingin masuk kedalam, tapi karena
sejak awal kedua temanku sudah mengajarkan ilmu NEKAD pada ku, akhirnya akupun
masuk…
Alhamdulillah tariff hotel itu sesuai kantonng
kami…yach…walaupun terkesan sangat sederhana tapi aku bersyukur bisa istirahat
malam ini. Dan seenggaknya aku pernah merasakan bagaimana mrasanya menginap di
hotel.
Waktu itu aku melihat wajah kedua jtemanku berubah 180”…yang
tadinya kusam sekarang bisa tersenyum bahagia.
Tapi aku merasa aneh pada kedua temanku ini, temanku yang
tadinya mengeluh capek, setelah berada di dalam kamar justru tidak segera istirahat.
Memang sih…mala mini rasanya begitu indah untuk sekedar
dibawa tidur begitu saja.
Keesokan harinya…sabtu,22 januari 2011…
Kami bertiga keluar untuk mencari sarapan pagi, dan aku
melihat wajah PEKALONGAN yang sebenarnya.
Wajah yang ramah…santun….sopan…dan sangat berbeda 180” dari
yang tadi malam.
Aku bersyukur…
Tepat pukul 09:00 WIB kami memutuskan untuk check-out dari
hotel. Kamipun bergegas berjalan kaki menuju lokasi acara yang bertempat di
gedung MUI PEKALONGAN…
Tidak lebih dari 30 menit, akhirnya kami menemukan gedung
MUI itu…dan memang benar tepat berada di depan kampus UNIKAL.
Tapi waktu itu aku lihat suasana gedung MUI masih sangat
sepi, kami pun memutuskan untuk duduk di depan kampus sembari melihat suasana
kampus.
Pukul 10:00 WIB kami memberanikan diri untuk masuk ke gedung
MUI sembari regitrasi. Waktu kami Tanya pada panitia acar, acara pembukaan baru
dimulai sekitar pukul 13:00 WIB….so kamipun terpasa menunggu sembari istirahat
di situ.
Waktu itu aku ngobrol-ngobol dengan peserta lain yang sudah
mulai berdatangan…dan saat itulah aku melihat “Malaikat Cantik”…
Ya Allah… kadang aku berfikir, setiap berada di suatu
tempat, pasti aku melihat “Malaikat Cantik”
ENTAHLAH…mungkin ini ujian atau apa aku juga tidak tau…
Aku hanya berusaha menundukkan pandanganku karena aku
melihat akhwat itu begitu menundukkan
pandangannya dan menjaga hijabnya…
SUBHANALLAH…
Tepat pukul 13:00 acara pembukaanpun dimulai…
Aku melihat banyak perwakilan dari LDK kampus yang tidak datang
pada hari itu. Tetapi aku rasa jumlah peserta yang hadir saat itu sudah bisa
mewakili semuanya.
Pada waktu itu entah mengapa hatiku merasa tenang…
Aku merasa menemukan “Taman Surgaku” yang dulu pernah
hilang…
Aku ingat sekali keakraban itu hampir mirip dengan keakraban yang dulu pernah ada di
“Taman Surgaku” dulu.
Aku bersyukur bisa merasakannya lagi.
Ketika kami bersama…
Tertawa bersama…menangis bersama…
Ketika membaca Al-qur’an bersama…
Ketika membaca Al-Ma’surat bersama diwaktu pagi dan petang…
aku jadi menangis dibuatnya.
Dan sekali lagi aku benanr-benar beryukur… inilah “Taman
Surga” itu…
Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu’akbar…
Malam harinyanya kembali ada acara yang begitu berkesan
menurutku…
Malam itu ada acara keakraban LDK dan dialog peradapan
umat….dalam acara itu, aku bisa melihat aktivis dakwah yang sesungguhnya…
tentang semangat…keberanian…keyakinan…dan harapan semuanya jadi satu. Dan malam
itu juga aku bisa mendengar kembali teriakan “TAKBIR” yang selama ini aku
rindukan. Teriakan yang berasal dari hati, bukan hanya dari mulut semata.
Tak terasa air mata kembali menetes mengingat itu semua…
ALHAMDULILLAH…
Minggu,23 Januari 2011, kami harus pamit pulang lebih awal
karena pada hari senin berikutnya kami akan menghadapi ujian akhir semester.
Sesuatu yang sangat berkesan…
Aku jadi berfikir…memang terkadang Allah memberikan duri
terlebih dahulu untuk bisa menikmati harumnya mawar…tapi karena duri itulah,
mawar begitu berkesan…
Kami memutuskan pulang pukul10:00 WIB..dan kami pun berjalan
kearah stasiun karena kami berfikir bahwa naik kereta api akan mengirit ongkos
perjalan kami.
Yach…itung-itung buat coba-coba,karena aku memang baru
pertama itu naik kereta…
MEMALUKAN MEMANG…tapi mau gimana lagi..memang itulah
kenyataannya.
Kami bertiga memilih kereta api ekonomi, karena kami pikir
itulah yang paling murah.
Tapi karena itu juga, aku kembali bertemu dengan “malaikat
Cantik”…tapi aku buru-buru menundukkan pandanganku hingga tak sempat melihat
wajahnya…aku bersyukur. Selama perjalanan aku memilih membaca buku untuk
mengalihkan pandanganku…ternyata ampuh juga…
Jadi ingat sesuatu…”Ketika terlintas di benak kita sesuatu
kebaikan, segera lakukanlah sebelum setan berpelung menggoda…”
Finally…
Terkadang apa yang kita fikirkan bertolak belakang dengan keadaan
yang ada…karena Imam Syafi’e pernah berpesan…”Sesuatu yang kita anggap benar,
mempunyai peluang untuk salah di mata orang lain…”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar