Kamis, 22 Maret 2012

inilah AKU...

Hery Cahyono…
Yach itulah namaku..,ringkas dan mudah bunyinya…namun aku yakin maknanya begitu besar, jauh dibalik semua itu… tersimpan harapan yang tinggi untuk melihatku kelak bisa jadi anak yang sholeh…
Pada 16 Mei  1990 yang lalu aku dilahirkan kedunia ini, Merasakan begitu indahnya dunia, dan menikmati indahnya belaian kasih sayang orang tua…
Alhamdulillah,
Aku dididik dalam keluarga yang harmoni, dan sangat mengutamakan nilai-nilai islami,
Jadi jelaslah aku ini seorang  MUSLIM…yach,walaupun di kartu pengenalku kata ISLAM tidak tertera, tetapi aku bangga mengumumkan status  ke-ISLAManku pada dunia…
Aku jadi teringat dulu…
Setiap ingin pergi mengaji,aku selalu rewel..,yach biasalah anak kecil… tapi ayahku begitu sabar, diantarnya aku sampai ke masjid untuk mengaji, ternyata,kini setelah aku dewasa ,aku jadi tahu semua itu..
Ayahku pernah bilang kalo beliau memang buta soal agama, tapi beliau ingin kalo anaknya kelak jadi orang yang jauh lebih baik dari pada ayahnya…mendo’akan dirinya dikala beliau seudah tiada..
Aku juga ingat dengan jelas…
Bagaimana kedua orang tuaku harus pontang –panting cari pinjaman untuk sekedar memenuhi kebutuhanku, yach…memang pekerjaan ayahku yang sebagai tukang bangunan tidak sewaktu-waktu ada pemasukanya,
Jadi,
Kami lebih sering gali lobang tutup lobang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari..,tapi kebanyakan yang sering terjadi adalah ketika satu lobang digali, belom sempat ditutup…ehhh…harus gali lobang yang laen lagi, tapi bodohnya aku…aku kurang tahu diri dengan kondisi keluargaku.Aku lebih sering mengeluh daripada bersyukur…duh ,moga ALLAH berkenan mengampuni
***
Sekarang, Aku punya alasan kenapa aku harus sukses dan berhasil…dan Alhamdulillah ALLAH telah menunjukkan jalan itu,
***
Inilah aku…
Aku itu hanya satu diantara milyaran makhuk ALLAH dimuka bumi ini yang ingin berhasil…!

Vicky Hardian
Nama yang cukup nyentrik,
Terkadang aku juga bertanya-tanya… kenapa orang tuaku bisa dapat nama itu…Dulu ibuku bilang kalo beliau pusing cari nama untuk adhikku satu ini, tapi anehnya lagi pusing malah dapatnya bagus…he…
Katanya cih HARDIAN itu berasal dari singkatan nama kedua orang tuaku, tapi tak taulah…pusing juga jadinya…
Dia muncul di bumi ini pada 14 Desember 1996, tepat pada saat aku masih TK…Aku ingat sekali ,waktu mau berangkat kesekolah, Ibuku juga mau melahirkan… jadi sebagai anak yang berbakti, aku setia menunggui munculnya adikku ini, hee…padahal emang pengen bolos, yach…sekali lagi naluri ke-Anak-kecilanku diuji lagi disini…
***
Dengan lahirnya adikku ini sekarang lengkap sudahlah kebahagiaan keluarga kami, Yach…walaupun kadang aku merasa iri dengan perhatian yang tercurah untuk adhikku ini,
Tapi…Ibuku selalu mengingatkan kalo aku kan sudah duluan dimanja…sekarang gantian kata beliau, yach…emang bener cih,kenyataan memang menyakitkan..
***
Adikku ini punya wajah yang imut…,cakep juga menurutku..karna emang sudah dari sononya keluarga kami cakep-cakep,
Dan sekali lagi kenyataan memang menyakitkan…! He..he..Alhamdulillah aku bersyukur…
Dulu, kami sering sekali bertengkar karna Cuma masalah kecil, karna aku senang sekali menggodanya sampai-sampai membuat kedua orang tuaku marah-marah…heee.Aku juga sempat melakukan kesalahan yang baru aku sadari setelah aku dewasa kini,Aku yang ingin sekali melihat adhikku ini pintar ,rajin, dan berbakti kepada kedua orang tua…telah menutup kesadaran hatiku…biasalah ego remaja…
Yach…walau niat itu baik tapi kadang berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada…aku tidak sadar kalo antara anak satu dengan yang lain itu punya karakterr yang berbeda…aku tidak bilang kalo adikku ini tidak pandai…tidak…dia pandai, hanya saja mungkin dia ingin menghilangkan bayang-bayang kakaknya yang bodoh ini…dia ingin beda dari kakaknya…
***
Kini aku Cuma bisa berharap kalo adhikku bisa melejitkan potensinya jauh dari pada aku yang bodoh ini…dan aku yakin ia mampu…

Ayahku…
Ayah..! Nama yang cukup sinonim dengan ketegasan,kegarangan ,keseriusan, dan kemauan yang tinggi untuk melihat semua arahannya dipatuhi..
Yach..Tapi itu semua tidak ada dalam kamus kehidupanku,
Nama ayahku “******”,singkat padat dan jelas,tapi aku yakin kakekku punya harapan dibalik  nama itu ,
Beliau lahir pada 11 februari 1963,masih cukup muda sih menurutku…tapi semua itu kadang tertutupi…pekerjaan sebagai tukang bangunan menjadikan beliau lebih tua dari pada usianya, tapi tetap aja beliau ganteng….hee..karna memang sekali lagi kenyataan itu memang menyakitkan…
Aku banyak belajar tentang arti kerja keras dari beliau,
Kadang…
Kalau ada waktu senggang,aku diajak ketempat beliau bekerja,…bukan diajak buat bantu-bantu sih,tapi Cuma disuruh ngeliatin beliau bekerja, melihat betapa susahnya cari uang…melihat dari mana sesuap nasi didapur kami dihasilkan…
Dulu…pernah ayahku marah besar padaku,karena aku tidak mau makan gara-garanya nasinya sudah kering dan keras…Duh betapa dosanya aku,moga Allah berkenan mengampuni,
Tapi waktu itu Beliau menunjukkan padaku betapa beliau lahap makan dengan nasi yang keras itu walaupun Cuma dengan lauk seadanya…
Alhamdulillah semenjak jauh dari beliau aku jadi tahu semua itu….,kadang ingin sekali kutunjukkan pada beliau kalo aku sudah berubah…
***
Waktu itu,ketika beliau melepas kepergianku untuk melanjutkan belajar dikota ini,kulihat dengan jelas mata ayahku berkaca…rasa sebak tiba-tiba memenuhi dada dan hati pilu tidak terkata..
Aku dapat merasakan harapan ayahku untuk melihat anak malang dengan latar belakang pas-pasan ini mampu pulang dengan ilmu yan sholeh…yach..ilmu yang sholeh…
***
Kadang ingin sekali kusampaikan pada beliau bahwa aku sangat sayang sekali pada beliau…aku rindu hangat dekapan beliau,tapi bodohnya aku…bila bertemu dengan beliau aku tak dapat ungkapkan semua ini..entah karna malu ,canggung,  GR, atau apalah aku tak tahu…yach..aku Cuma bisa berterima kasih pada beliau atas semua yang telah beliau berikan…ingin sekali ku balas ,tapi aku yakin setitik peluh beliaupun takkan tergantikan dengan sesuatu apapapun…
***
Finally I want to talks if…
I love you forever…

Ibuku…
Ibu! Nama yang tidak dapat dipisahkan dalam kotak memori setiap insan…pertarungan nyawa dan ketabahan menahan kesakitan mengandung …melahirkan…serta membesarkan anak-anak bukanlah perkara yang asing dalam catatan diary seorang ibu..
Air mata kelembutan…kasih sayang…dan teman di masa susah dan senang adalah sebuah lukisan yang khas yang boleh saya dedikasikkan buat ibuku…
Nama ibuku”*******”,beliau lahir pada 09 januari 1966 yang lalu…
Beliau itu cantik, manis, lembut, penyayang, sabar, sholehah,baik, pokoknya perfect lah… Dan dari beliaulah aku belajar artinya hemat…..! yach hemat…, kata itulah yang kulihat dari beliau,..Beliau tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang ada…mungkin membesar di kampung menjadikkan beliau akrab dengan berbagai masalaah yang sulit…
***
Ditakdirkan mendampingi ayahku membuat beliau harus pandai pandai mengatur uang…maklumlah,dengan penghasilan yang tak tentu beliau dituntut untuk bisa membagi antara kebutuhan rumah…dan kebutuhan sekolah aku dan adhik….Tapi ajaibnya selalu saja ada makanan dan uang saku untukku setiap harinya ea walau kadang aku tahu,beliau harus pontang- panting cari pinjaman kesana kemari…tapi bodohnya,aku kurang tahu diri dengan semua ini karena,beliau tidak pernah ungkapkan semua itu padaku…
***
Masih tersemat utuh dalam ingatan ,betapa beliau cukup mudah mengalirkan air mata,..semasa aku dan adhik buat ulah,selalu beliau nasehati kami dengan air mata dipipi…yach itulah beliau…beliau telah mengajariku artinya cinta kasih…
Aku juga masih ingat dengan jelas pelukan ibuku ketika melepasku untuk belajar…yach, belajar dikota semarang ini…,Beliau tidak menaruh harapan yang terlampau tinggi untukku dan adhik, dan tidak pula se-standart menurut pandangan orang… katanya,beliau puas hati sekiranya anaknya berilmu,dan mampu berbagi dengan orang lain…
Tapi menurutkku itu justru tanggung jawab yang besar…
***
Finally…harapan perlu dipenuhi, impian perlu di wujudkan dan janji akan ditagih…moga ALLAH mudahkan jalan untuk itu…
Kutitipkan air mata cinta untuk beliau terkasih…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar