Hery Cahyono…
Yach itulah namaku..,ringkas
dan mudah bunyinya…namun aku yakin maknanya begitu besar, jauh dibalik semua
itu… tersimpan harapan yang tinggi untuk melihatku kelak bisa jadi anak yang
sholeh…
Pada 16 Mei 1990 yang lalu aku dilahirkan kedunia ini,
Merasakan begitu indahnya dunia, dan menikmati indahnya belaian kasih sayang
orang tua…
Alhamdulillah,
Aku dididik dalam keluarga
yang harmoni, dan sangat mengutamakan nilai-nilai islami,
Jadi jelaslah aku ini
seorang MUSLIM…yach,walaupun di kartu
pengenalku kata ISLAM tidak tertera, tetapi aku bangga mengumumkan status ke-ISLAManku pada dunia…
Aku jadi teringat dulu…
Setiap ingin pergi
mengaji,aku selalu rewel..,yach biasalah anak kecil… tapi ayahku begitu sabar,
diantarnya aku sampai ke masjid untuk mengaji, ternyata,kini setelah aku dewasa
,aku jadi tahu semua itu..
Ayahku pernah bilang kalo
beliau memang buta soal agama, tapi beliau ingin kalo anaknya kelak jadi orang
yang jauh lebih baik dari pada ayahnya…mendo’akan dirinya dikala beliau seudah
tiada..
Aku juga ingat dengan jelas…
Bagaimana kedua orang tuaku
harus pontang –panting cari pinjaman untuk sekedar memenuhi kebutuhanku,
yach…memang pekerjaan ayahku yang sebagai tukang bangunan tidak sewaktu-waktu
ada pemasukanya,
Jadi,
Kami lebih sering gali
lobang tutup lobang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari..,tapi kebanyakan yang
sering terjadi adalah ketika satu lobang digali, belom sempat
ditutup…ehhh…harus gali lobang yang laen lagi, tapi bodohnya aku…aku kurang
tahu diri dengan kondisi keluargaku.Aku lebih sering mengeluh daripada bersyukur…duh
,moga ALLAH berkenan mengampuni
***
Sekarang, Aku punya alasan
kenapa aku harus sukses dan berhasil…dan Alhamdulillah ALLAH telah menunjukkan
jalan itu,
***
Inilah aku…
Aku itu hanya satu diantara
milyaran makhuk ALLAH dimuka bumi ini yang ingin berhasil…!
Vicky Hardian
Nama yang cukup nyentrik,
Terkadang aku juga bertanya-tanya…
kenapa orang tuaku bisa dapat nama itu…Dulu ibuku bilang kalo beliau pusing
cari nama untuk adhikku satu ini, tapi anehnya lagi pusing malah dapatnya
bagus…he…
Katanya cih HARDIAN itu
berasal dari singkatan nama kedua orang tuaku, tapi tak taulah…pusing juga
jadinya…
Dia muncul di bumi ini pada
14 Desember 1996, tepat pada saat aku masih TK…Aku ingat sekali ,waktu mau
berangkat kesekolah, Ibuku juga mau melahirkan… jadi sebagai anak yang
berbakti, aku setia menunggui munculnya adikku ini, hee…padahal emang pengen
bolos, yach…sekali lagi naluri ke-Anak-kecilanku diuji lagi disini…
***
Dengan lahirnya adikku ini
sekarang lengkap sudahlah kebahagiaan keluarga kami, Yach…walaupun kadang aku
merasa iri dengan perhatian yang tercurah untuk adhikku ini,
Tapi…Ibuku selalu
mengingatkan kalo aku kan sudah duluan dimanja…sekarang gantian kata beliau, yach…emang
bener cih,kenyataan memang menyakitkan..
***
Adikku ini punya wajah yang
imut…,cakep juga menurutku..karna emang sudah dari sononya keluarga kami
cakep-cakep,
Dan sekali lagi kenyataan memang menyakitkan…!
He..he..Alhamdulillah aku bersyukur…
Dulu, kami sering sekali
bertengkar karna Cuma masalah kecil, karna aku senang sekali menggodanya
sampai-sampai membuat kedua orang tuaku marah-marah…heee.Aku juga sempat melakukan
kesalahan yang baru aku sadari setelah aku dewasa kini,Aku yang ingin sekali
melihat adhikku ini pintar ,rajin, dan berbakti kepada kedua orang tua…telah
menutup kesadaran hatiku…biasalah ego remaja…
Yach…walau niat itu baik
tapi kadang berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada…aku tidak sadar kalo
antara anak satu dengan yang lain itu punya karakterr yang berbeda…aku tidak
bilang kalo adikku ini tidak pandai…tidak…dia pandai, hanya saja mungkin dia
ingin menghilangkan bayang-bayang kakaknya yang bodoh ini…dia ingin beda dari
kakaknya…
***
Kini aku Cuma bisa berharap
kalo adhikku bisa melejitkan potensinya jauh dari pada aku yang bodoh ini…dan
aku yakin ia mampu…
Ayahku…
Ayah..! Nama yang cukup
sinonim dengan ketegasan,kegarangan ,keseriusan, dan kemauan yang tinggi untuk
melihat semua arahannya dipatuhi..
Yach..Tapi itu semua tidak
ada dalam kamus kehidupanku,
Nama ayahku “******”,singkat
padat dan jelas,tapi aku yakin kakekku punya harapan dibalik nama itu ,
Beliau lahir pada 11
februari 1963,masih cukup muda sih menurutku…tapi semua itu kadang
tertutupi…pekerjaan sebagai tukang bangunan menjadikan beliau lebih tua dari
pada usianya, tapi tetap aja beliau ganteng….hee..karna memang sekali lagi kenyataan itu memang menyakitkan…
Aku banyak belajar tentang
arti kerja keras dari beliau,
Kadang…
Kalau ada waktu senggang,aku
diajak ketempat beliau bekerja,…bukan diajak buat bantu-bantu sih,tapi Cuma
disuruh ngeliatin beliau bekerja, melihat betapa susahnya cari uang…melihat
dari mana sesuap nasi didapur kami dihasilkan…
Dulu…pernah ayahku marah
besar padaku,karena aku tidak mau makan gara-garanya nasinya sudah kering dan keras…Duh
betapa dosanya aku,moga Allah berkenan mengampuni,
Tapi waktu itu Beliau menunjukkan
padaku betapa beliau lahap makan dengan nasi yang keras itu walaupun Cuma
dengan lauk seadanya…
Alhamdulillah semenjak jauh
dari beliau aku jadi tahu semua itu….,kadang ingin sekali kutunjukkan pada beliau
kalo aku sudah berubah…
***
Waktu itu,ketika beliau
melepas kepergianku untuk melanjutkan belajar dikota ini,kulihat dengan jelas
mata ayahku berkaca…rasa sebak tiba-tiba memenuhi dada dan hati pilu tidak
terkata..
Aku dapat merasakan harapan
ayahku untuk melihat anak malang dengan latar belakang pas-pasan ini mampu
pulang dengan ilmu yan sholeh…yach..ilmu yang sholeh…
***
Kadang ingin sekali
kusampaikan pada beliau bahwa aku sangat sayang sekali pada beliau…aku rindu
hangat dekapan beliau,tapi bodohnya aku…bila bertemu dengan beliau aku tak
dapat ungkapkan semua ini..entah karna malu ,canggung, GR, atau apalah aku tak tahu…yach..aku Cuma
bisa berterima kasih pada beliau atas semua yang telah beliau berikan…ingin
sekali ku balas ,tapi aku yakin setitik peluh beliaupun takkan tergantikan
dengan sesuatu apapapun…
***
Finally I want to talks if…
I love you forever…
Ibuku…
Ibu! Nama yang tidak dapat
dipisahkan dalam kotak memori setiap insan…pertarungan nyawa dan ketabahan
menahan kesakitan mengandung …melahirkan…serta membesarkan anak-anak bukanlah
perkara yang asing dalam catatan diary seorang ibu..
Air mata kelembutan…kasih
sayang…dan teman di masa susah dan senang adalah sebuah lukisan yang khas yang
boleh saya dedikasikkan buat ibuku…
Nama ibuku”*******”,beliau
lahir pada 09 januari 1966 yang lalu…
Beliau itu cantik, manis,
lembut, penyayang, sabar, sholehah,baik, pokoknya perfect lah… Dan dari
beliaulah aku belajar artinya hemat…..! yach hemat…, kata itulah yang kulihat
dari beliau,..Beliau tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang ada…mungkin
membesar di kampung menjadikkan beliau akrab dengan berbagai masalaah yang
sulit…
***
Ditakdirkan mendampingi
ayahku membuat beliau harus pandai pandai mengatur uang…maklumlah,dengan
penghasilan yang tak tentu beliau dituntut untuk bisa membagi antara kebutuhan
rumah…dan kebutuhan sekolah aku dan adhik….Tapi ajaibnya selalu saja ada
makanan dan uang saku untukku setiap harinya ea walau kadang aku tahu,beliau
harus pontang- panting cari pinjaman kesana kemari…tapi bodohnya,aku kurang
tahu diri dengan semua ini karena,beliau tidak pernah ungkapkan semua itu
padaku…
***
Masih tersemat utuh dalam
ingatan ,betapa beliau cukup mudah mengalirkan air mata,..semasa aku dan adhik
buat ulah,selalu beliau nasehati kami dengan air mata dipipi…yach itulah
beliau…beliau telah mengajariku artinya cinta kasih…
Aku juga masih ingat dengan
jelas pelukan ibuku ketika melepasku untuk belajar…yach, belajar dikota
semarang ini…,Beliau tidak menaruh harapan yang terlampau tinggi untukku dan
adhik, dan tidak pula se-standart menurut pandangan orang… katanya,beliau puas
hati sekiranya anaknya berilmu,dan mampu berbagi dengan orang lain…
Tapi menurutkku itu justru
tanggung jawab yang besar…
***
Finally…harapan perlu
dipenuhi, impian perlu di wujudkan dan janji akan ditagih…moga ALLAH mudahkan
jalan untuk itu…
Kutitipkan air mata cinta untuk beliau terkasih…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar