Magetan, Senin 16 Mei 2011
Surat seorang sahabat,
Bissmillah,
“Semua penulis akan mati, hanya karyalah yang akan abadi.
Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu dia akhirat nanti.”(Ali bin Abi
Thalib)
Apa kabar sahabat…? Hope you well and do take care…
Allah selalu bersama kita,
Sahabat,
Jujur aku bingung mau cerita apa, karena banyak sekali yang
ingin aku ungkapkan disini,
Banyak sekali yang ingin aku bagi pada kalian,
Tentang ketakutan…kecemasan…dan keharuan…
Sahabat,
Rasanya kita sudah berteman begitu lama, Kita telah
menjalani episode hidup ini dengan
berbagai cerita, Menumpuk banyak rasa, menumpuk banyak sekali perasaan.
Kadang aku bertanya dalam hati,”sampai kapankah persahabatan
ini akan bertahan…?”
Aku terkadang merasa takut bila harus mengenang semuanya.
Karena di dunia inilah tanpa sengaja kita telah berjumpa,
Disnilah kita tertawa,
Disinilah kita mengenang segalanya…
Disinilah kita menebar pesona,
Disinilah kita menangis dalam asa…menyelami samudera
kehidupan,
Terjerumus dalam angan-angan…
Disinilah kita merindukan hal itu bersama…
Dan disinilah kita…
Sahabat,
Kadang saat aku menulis catatan seperti ini, pasti aku
membacanya berulang-ulang kali sebelum mem-postingnya. karena aku takut menyinggung perasaan kalian. Aku takut
membuat kalian kesal dengan tulisanku.
Mungkin aku bukanlah orang se-perfect “Habibburahman
El-shirazy” didalam menulis, yang dengan tulisannya mampu membuat semua orang
menangis. Oleh karena itulah, saat kalian membaca tulisan ini,aku tidak
berharap kalian jadi sedih karenannya. Justru
aku ingin kalian bisa tertawa lepas, karena sahabat kalian yang “bodoh” dulu
tengah belajar menulis sesuatu dengan hatinya, bukan dengan nafsunya.
Yach…seenggaknya ketika kalian membacanya, kalian jadi tahu bahwa aku masih
hidup….walaupun tak bisa untuk berjumpa, aku bersyukur Allah masih memberikan
nafas sampai detik ini. Entah sampai kapan….?”
Sahabat,
Aku jadi ingat,
Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering hanyut dalam air
mata.
aku merenungi setiap sisa perjalanan yang tak pernah aku
tahu sampai kapan.
21 tahun bukanlah angka yang kecil dalam perhitungan waktu
dunia. Tetapi tidak ada sepersekian detik dalam perhitungan waktu akhirat.
Tetapi apa yang telah aku buat di umur yang sudah 21 tahun
ini….TIDAK ADA….
Justru aku sering membuat kalian menangis. Membuat kalian
kecewa…sedih karena perbuatanku.
aku sering menghianati kepercayaan kalian.aku sering membuat
kalian kesal…kawatir…dan kelakuan-kelakuan “Childist” lainya yang sering aku
lakukan.
Ah…andai waktu bisa terulang,ingin sekali kuisi dengan
senyum dan ketulusan.
Sahabat,
inilah yang selalu
aku rasakan setiap kali pergantian waktu perjalanan. Pasti terkenang saat nyawa
ditarik keluar memisahkan roh dari jasad…itulah bayangan yang sering tergambar
dalam fikiran.
Bila bayangan itu datang, tak ada yang aku bisa harapkan
selain rahmat dari-Nya mengiringi “sakaratul mautku”.
Sudah cukupkah bekal aku untuk menempuh perjalanan yang jauh
itu…?
Itulah yang membuat aku sedih…hiba…dan pilu.
Sahabat,
Terima kasih banyak…
Terima kasih atas motivasi dan dukungan kalian selama ini.
Terima kasih untuk 21 tahun yang hebat ini.
Aku tidak akan pernah bisa melupakannya…
Sahabat,
Jika suatu saat terdengar kabar aku sudah “pergi jauh”…,
maka maafkan semua salah dan silafku, yang aku sadari atau
tidak.
Maafkan segala kesombonganku…keangkuhanku…dan kebodohanku,
Aku juga mohon maaf kepada semua umat Nabi Muhammad Saw.
Maaf…maafkan aku,
Sahabat,
Mungkin sampai disini dulu,
Jika Allah masih memberikan kesempatan, pasti aku akan “menulis”
lagi untuk kalian.
Saat itu aku ingin membuat kalian semua tersenyum…
Wassalam.
NB: Terima kasih atas do’a dan kiriman
kalian,
Padahal aku
belum mengenal kalian…
Tetapi kalian
begitu “Care”
Apa
itu yang namanya sahabat…? ^_
