Kamis, 22 Maret 2012

Belajar tentang arti kata "semangat"


Bumi Allah, 18 januari 2011
22:45; ketika bintang begitu malu untuk membagi sinarnya dikesunyian malam.

Apa yang terbayang di benak kita ketika mendengar kata “SEMANGAT”….!
Pastinya sesuatu yang positif tentunya.
Aku jadi terkenang, ketika beberapa bulan yang lalu aku dipercaya untuk menjadi ketua panitia kemah bakti mahasiswa di kampusku. Sesuatu yang tidak pernah  terfikirkan sebelumnya. Kadang ada sedikit rasa senang karena aku bersyukur masih ada yang percaya denganku… sedih karena aku takut mengecewakkan semuanya.
Jadi ingin mengutip kata-kata dahlan iskan CEO-PLN…beliau bilang,
“Sedih, senang, ketawa, menangis semua bergantung suasana kejiwaan.
Pemilik jiwa sendirilah yang mampu menyetel suasana kejiwaan masing-masing.
Mau dibuat sedih atau gembira,
Mau dibuat menangis atau tertawa,
Semua bisa…betapa relatifnya jiwa”
Awalnya aku rasa hal ini akan berjalan dengan mudah dan lancer, karena teman-teman yang dipilih jadi panitia terlihat kompak…aku bersyukur…
Aku juga tidak terlalu ngotot apabila menyuruh teman-teman melakukan tugasnya,yang aku lakukan adalah lebih memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada mereka.
Karena Dahlan iskan juga pernah bilang…
“Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi BEBEK…
Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jjadi BESI…
Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi KETAKUTAN…
Orang yang sering diberi pidato kelak hanya bisa minta PETUNJUK…”
Tapi,
Yang baru aku sadari adalah, kami semua bukanlah anggota PLN yang terpilih dari seleksi yang ketat dan memiliki tanggung jawab yang tinggi. Kiranya masih banyak kekurangan yang ada pada kami…
terutama aku…
ENTAHLAH…
Sebuah pembelajaran yang takkan pernah terlupakan. Yach… pembelajaran bahwa memimpin itu tidak mudah. Seringkali kita dengan mudahnya menyalahkan, mencaci-maki, bahkan menghujat, padahal kita tidak tahu kondisi sebenarnya seperti apa…
SUDAHLAH…
Berbicara masalah pembelajaran, aku jadi teringat…
Waktu itu ketika aku melaksanakan kemah bakti, aku bertemu dengan salah seorang anak dari dusun indrokilo kec. Ungaran barat yang berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. Jarak yang ditempuhnya tidak main-main yaitu 3-4 km. ditambah lagi jalan yang di lalui berupa perbukitan bukannya datran biasa.
Inilah pembelajaran yang sesungguhnya tentang semangat dan tekat yang kuat.
Walaupun sebenarnya aku sering juga mengalaminya.
Alhamdulillah acara itupun berjalan dengan “baik”, walaupun masih banyak kekurangan di sana sini tetapi satu yang ku catat…
“Semangat kebersamaan kami yang begitu kuat…!”
Aku bersyukur…
Terkadang aku banyak belajar tentang arti kerja keras dari orang-orang yang justru menurut orang lain tidak ada apa-apanya. Tetapi jauh dibalik semua itu merekalah yang melejitkan semangat dalam diriku.
Pikiranku kembali mengingat sebuah kejadian yang terjabi beberapa tahun silam. Tepatnya di sebuah koridor rumah sakit swasta di semarang. Disana aku bertemu dengan seorang anak kecil penjual Koran yang sedang menjajakan korannya. Sewaktu aku melintas, anak kecil itu mendekatiku dan menawarkan korannya…dia tersenyum padaku…manis sekali…
dia bilang…”mas, Koran mas..buat bayar uang sekolah…”
degg…terkejut aku dibuatnya…
tersentak…kaget…becampur haru…,rasanya ingin sekali meneteskan air mata melihat semangat anak kecil itu. Aku jadi berpikir, ketika terkadang aku masih sering mengeluh dengan  kondisi yang ada, jauh diluar sana masih banyak orang yang mampu melejitkan potensinya justru dari kekurangan yang ada pada dirinya.
Aku jadi sadar inilah CINTA…
Yach…kekuatan CINTA yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi siapa saja yang mempersembahkan hasil kerja mereka.
Walaupun aku tidak tahu CINTA itu apa, tetapi satu yang aku yakini…
CINTA pada Allah adalah sumber kekuatan terbesar…
ENTAHLAH….aku tidak mau membahas masalah CINTA lagi disini…
Kembali kepada anak kecil tadi.
Kulihat dia begitu bersemangat, tak ada sedikitpun raut kekecewaan yang tampak di wajah manisnya tentang kemalangan nasib yang menimpa dirinya.
SUBHANALLAH…
Kebali untuk kesekian kalinya pikiranku melayang entah kemana….
Aku jadi teringan fenomena yang terjadi di masyrakat. Aku tidak tahu apkah ini yang namnaya kota besar, karna setahu aku di MAGETAN sebuah kota indah di lereng gunung lawu dimana kau dilahirkan dulu tidak ada fenomena semacam ini…
Setiap kali aku pulang dari kampus, aku selalu melihat tepat di pemberhentian lampu merah ada nank-anak, pemuda, orang tua yang lebih memilihmeminta-minta dari pada bekerja secara halal…
Ironisnya setiap hari bukanya berkurang, malah bertambah saja jmlahnya..
Entah siapa yang harus disalahkan atas fenomena ini…wallahu’alam…
Ketika disis lain aku melihat semangat anak kecil dari dusun indrokilo dan anak kecil penjual Koran tadi, disisi lain aku melihat sebuah pemandangan yang kontras dari sebua kota yang punya slogan”….pesona Asia”
Jadi teringat hadist nabi…
“Dari ibnu Umar RA bahwa Rasulullah Saw bersabda “Orang yang selalu meminta-minta pada orang lain, akan dating pada hari kiamat dengan tiada segumpal dagingpun diwajahnya”
(Muttafaq Alaihi)
“Dari Abu Hurairah RA, bahwa  Rasulullah Saw besabda” barang siapa meminta-minta harta orang lain untuk memperkaya diri, sebenarnya ia hanya meminta bara api, oleh karenanya silahkan meminta sedikit atau banyak”
(HR.Muslim)
Finally…
Ketika bintang belum juga berani menampakkan sinarnya di kesunyian malam, aku banyak belajar tentang arti kehidupan…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar