Kamis, 22 Maret 2012

Ibu,,Ketika hatinya mulai berbisik…



    Pagi itu, tiba-tiba  terdengar satu bunyi…tit…tit…yang makin lama makin kuat. Ku coba tuk bangun walaupun jika mau memperturutkan hati, tentu ingin terus berselimut hingga subuh nanti.Kulihat jam dalam hp_ku yang ternyata masih jam 03.00 pagi, Aku segera beranjak dari tempat tidur, daripada nanti terlelap lagi. Bahkan aku korbankan sedikit kenikmatan tidur yang sementara untuk bersimpuh di pangkuan-NYA pagi ini.
   Aku segera ke kamar kecil membersihkan diri. Suasana yang senyap  membuatku terpikir mungkin ayah dan ibu masih terlelap di kamar mereka. Usai membersihkan diri ,menggigil aku melangkah ke kamar.
   Baru hendak menarik daun pintu, telinga ku menangkap suara yang sendu yang diiringi isak tangisan. Siapa yang menangis pikirku. Debar hatiku tak karuan. Aku segera melangkah ke ruang depan, kulihat satu tubuh sedang bersimpuh menahan tangis, tersengguk-sengguk badannya.Ibu.? cetus hati kecilku ini. Jarak yang dekat membuat aku dapat mendengar bait-bait kata yang lahir dari bibir ibu…
   “Ya Allah, Ya Rahman ,Ya Rahim, disaat manusia sedang tidur ya Allah, aku bangkit menghadap-Mu. Menghimpun do’a kepada-Mu, menangis karena kelalaiaan dan kealpaanku. Sholawat dan salam untuk kekasih-Mu, Muhammad Sallahu ‘alaihi Wasallam. Aku bangun menunaikan sunahnya”.
   “Ya Allah, dengan keluasan rahmat dan kasih sayang-Mu,Lindungilah suamiku Ya Allah,…anak-anak-ku, juga sodara-sodara-ku. Jadikanlah mereka insan-insan yang sholeh dan sholihah yang mampu mendoakan kebahagiaanku disaat aku pulang ke sisi-Mu.lapangkanlah hidup mereka Ya Allah, lapangkanlah hidup mereka  ya Allah,Mudahkanlah urusan mereka ,pimpinlah mereka untuk senantiasa dijalan-MU. Suburkanlah semangat perjuangan dalam diri mereka, dan semoga tangan-tangan mereka mampu membela maru’ah islam”.

***
  
 Aku menahan sendu tatkala ibu mulai menyebut nama anak-anaknya satu persatu. Itulah ibu ,ibu senang menyebut nama anaknya ketika berdo’a. sungguh mulia hati beliau ….aku mendengar satu persatu do’a beliau buat sodaraku. Luhur hati ibu .dan aku terharu saat beliau menyebut namaku didalam do’anya dini hari itu…
***
  
 “Aku mohon pada-MU Ya Allah untuk putera sulung ku ini, putera kesayanganku.Ya Allah ,kau berikan padanya kekuatan untuk meneruskan hidup ini. Iringkanlah setiap ujian-Mu kepadanya dengan sifat sabar ya Allah.Suburkanlah sifat muslim yang sejati dalam dirinya. Sesungguhnya aku tak mampu untuk menjadi ibu yang terbaik buatnya.Aku lemah ya Allah, aku lalai dalam mendidiknya. Ampunkanlah aku ya Allah, jangan karena salahkku kau tolak doaku kepadanya ya Allah. Ya Allah seandainya impianya baik disisi-Mu, mudahkanlah jalannya untuk mendapatkannya. Sekiranya kau ridha dengan usahanya bantulah dia ya Allah. Ya Allah aku mohon kepada-Mu,jadikanlah puteraku ini putera yang sholih, jauhkanlah dia dari fitnah dunia ini. Moga-moga dengan pribadi muslim mampu menjadi penyekat aku dan ayahnya dari api neraka-mu ya Allah… sesungguhnya tiada doa yang susah Kau makbulkan , aku berharap Kau perkenankanlah permintaan hamba-mu yang do’if ini ya Allah… untuk anak sulungku ya Allah….,puteraku…
***
   Aku tak mampu lagi berdiri, aku tak mendngar lagi do’a ibu buat adhikku… sayu nya hati ini ya Allah. Tingginya harapan beliau untuk melihatku menjadi muslim sejati. Mampukah aku..? ibu kata  ibu bukan ibu yang terbaik, tidak bu…. Tidak ! ibu adalah ibu terbaik yang aku punya. Aku yang gagal menjadi anak yang sholih, bukan khilaf  ibu tapi….salahku. aku alpa dengan nikmat dunia . ibu tak salah ibu….Rintih hatiku. Aku lihat beliau bangun dengan kepayahan,untuk tunaikan sholat witir agaknya. Aku segera bangun dengan air mata tersisa menuju kamar,kawatir dilihat beliau….
  Dikamar aku bermunajat,memohon sejuta ampunan atas kelautan dosa,kealpaan dan kelalaianku mengemban tanggung jawabsebagai khalifah Allah . Kerdilnya aku saat ini. Aku menangis semaunya, aku teringat doa ikhlas ibu…. Kalau aku sebagai ibu,adakah aku mampu setabah, sekuat, dan setulus itu…belum tentu….aku lemah….lemah sekali….
   Lama dalam sujud terakhir aku mohon kepada Allah….
“ya Allah,Ya Rahim ya Karim jadikanlah aku hamba-Mu dan umat Muhammad SAW yang beriman kepada-Mu dan berbakti kepada kedua ibu bapakku. yaAllah,
Ampunkanlah dosa kedua ibu bapakku kasihanilah mereka,sebagaimana kasih mereka kepadaku sewaktu aku masih kecil.
Aku terlalu banyak berutang budi kepada mereka ya Allah,..
Terlalu banyak budi mereka yang kubalas dengan menyakiti hati mereka
Kasih saying mereka kubalas deengan kata-kata menentang, sedang aku tahu
Aku lupa ya allah, berkat usaha ,asuhan dan didikan merekalah aku berhasil kini
Kepayahan sanggup dilupakan ketika mengandung aku
Kesakitan yang amat sanggup dilalui ketika melahirkan aku
Tidur malam mereka aku ganggu
Titik peluh mereka basah kering demi membesarkan aku
Tidak pernah mereka mengadu letih
Tidak pernah mereka mengadu sakit
Lauk yang dimulut sanggup mereka keluarkan untuk diberikan kepadaku
Harta yang mereka kumpulkan ikhlas mereka lepas untuk pendidikanku
Namun selama ini aku lupa semua itu,ya Allah
Karena mereka tidak pernah mengeluh kepadaku,ya Allah
Karena mereka tidak pernah mengeluh kepadaku,ya Allah
Ya Allah ya Rahim ya karim
Dimalam ini aku mengadu kepadaMu ya Allah
Di malam ini aku memohon sepenuh hati kepadamu ya Allah
Rahmatilah mereka, ampunilah dosa-daosa mereka
Moga doa ini tidak terhijab untuk Kau perkenankan ya Allah
Amiiiin……..
     Dihening pagi itu, aku bersimpuh, terus memohon ampun.dan air mata ini terus mengalir deras…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar