Pagi
itu, tiba-tiba terdengar satu
bunyi…tit…tit…yang makin lama makin kuat. Ku coba tuk bangun walaupun jika mau
memperturutkan hati, tentu ingin terus berselimut hingga subuh nanti.Kulihat
jam dalam hp_ku yang ternyata masih jam 03.00 pagi, Aku segera beranjak dari
tempat tidur, daripada nanti terlelap lagi. Bahkan aku korbankan sedikit
kenikmatan tidur yang sementara untuk bersimpuh di pangkuan-NYA pagi ini.
Aku segera
ke kamar kecil membersihkan diri. Suasana yang senyap membuatku terpikir mungkin ayah dan ibu
masih terlelap di kamar mereka. Usai membersihkan diri ,menggigil aku melangkah
ke kamar.
Baru hendak
menarik daun pintu, telinga ku menangkap suara yang sendu yang diiringi isak
tangisan. Siapa yang menangis pikirku. Debar hatiku tak karuan. Aku segera
melangkah ke ruang depan, kulihat satu tubuh sedang bersimpuh menahan tangis,
tersengguk-sengguk badannya.Ibu.? cetus hati kecilku ini. Jarak yang dekat
membuat aku dapat mendengar bait-bait kata yang lahir dari bibir ibu…
“Ya Allah,
Ya Rahman ,Ya Rahim, disaat manusia sedang tidur ya Allah, aku bangkit
menghadap-Mu. Menghimpun do’a kepada-Mu, menangis karena kelalaiaan dan
kealpaanku. Sholawat dan salam untuk kekasih-Mu, Muhammad Sallahu ‘alaihi Wasallam.
Aku bangun menunaikan sunahnya”.
“Ya Allah,
dengan keluasan rahmat dan kasih sayang-Mu,Lindungilah suamiku Ya
Allah,…anak-anak-ku, juga sodara-sodara-ku. Jadikanlah mereka insan-insan yang
sholeh dan sholihah yang mampu mendoakan kebahagiaanku disaat aku pulang ke
sisi-Mu.lapangkanlah hidup mereka Ya Allah, lapangkanlah hidup mereka ya Allah,Mudahkanlah urusan mereka ,pimpinlah
mereka untuk senantiasa dijalan-MU. Suburkanlah semangat perjuangan dalam diri
mereka, dan semoga tangan-tangan mereka mampu membela maru’ah islam”.
***
Aku menahan sendu tatkala ibu mulai menyebut nama anak-anaknya satu persatu. Itulah ibu ,ibu senang menyebut nama anaknya ketika berdo’a. sungguh mulia hati beliau ….aku mendengar satu persatu do’a beliau buat sodaraku. Luhur hati ibu .dan aku terharu saat beliau menyebut namaku didalam do’anya dini hari itu…
***
“Aku mohon pada-MU Ya Allah untuk putera sulung ku ini, putera kesayanganku.Ya Allah ,kau berikan padanya kekuatan untuk meneruskan hidup ini. Iringkanlah setiap ujian-Mu kepadanya dengan sifat sabar ya Allah.Suburkanlah sifat muslim yang sejati dalam dirinya. Sesungguhnya aku tak mampu untuk menjadi ibu yang terbaik buatnya.Aku lemah ya Allah, aku lalai dalam mendidiknya. Ampunkanlah aku ya Allah, jangan karena salahkku kau tolak doaku kepadanya ya Allah. Ya Allah seandainya impianya baik disisi-Mu, mudahkanlah jalannya untuk mendapatkannya. Sekiranya kau ridha dengan usahanya bantulah dia ya Allah. Ya Allah aku mohon kepada-Mu,jadikanlah puteraku ini putera yang sholih, jauhkanlah dia dari fitnah dunia ini. Moga-moga dengan pribadi muslim mampu menjadi penyekat aku dan ayahnya dari api neraka-mu ya Allah… sesungguhnya tiada doa yang susah Kau makbulkan , aku berharap Kau perkenankanlah permintaan hamba-mu yang do’if ini ya Allah… untuk anak sulungku ya Allah….,puteraku…
***
Aku tak
mampu lagi berdiri, aku tak mendngar lagi do’a ibu buat adhikku… sayu nya hati
ini ya Allah. Tingginya harapan beliau untuk melihatku menjadi muslim sejati.
Mampukah aku..? ibu kata ibu bukan
ibu yang terbaik, tidak bu…. Tidak ! ibu adalah ibu terbaik yang aku punya. Aku
yang gagal menjadi anak yang sholih, bukan khilaf ibu tapi….salahku. aku alpa dengan nikmat
dunia . ibu tak salah ibu….Rintih hatiku. Aku lihat beliau bangun dengan
kepayahan,untuk tunaikan sholat witir agaknya. Aku segera bangun dengan air
mata tersisa menuju kamar,kawatir dilihat beliau….
Dikamar aku
bermunajat,memohon sejuta ampunan atas kelautan dosa,kealpaan dan kelalaianku
mengemban tanggung jawabsebagai khalifah Allah . Kerdilnya aku saat ini. Aku
menangis semaunya, aku teringat doa ikhlas ibu…. Kalau aku sebagai ibu,adakah aku mampu setabah, sekuat, dan setulus itu…belum tentu….aku
lemah….lemah sekali….
Lama dalam
sujud terakhir aku mohon kepada Allah….
“ya Allah,Ya Rahim ya Karim jadikanlah aku hamba-Mu
dan umat Muhammad SAW yang beriman kepada-Mu dan berbakti kepada kedua ibu
bapakku. yaAllah,
Ampunkanlah dosa kedua ibu bapakku kasihanilah
mereka,sebagaimana kasih mereka kepadaku sewaktu aku masih kecil.
Aku terlalu banyak berutang budi kepada mereka ya
Allah,..
Terlalu banyak budi mereka yang kubalas dengan
menyakiti hati mereka
Kasih saying mereka kubalas deengan kata-kata
menentang, sedang aku tahu
Aku lupa ya allah, berkat usaha ,asuhan dan didikan
merekalah aku berhasil kini
Kepayahan sanggup dilupakan ketika mengandung aku
Kesakitan yang amat sanggup dilalui ketika
melahirkan aku
Tidur malam mereka aku ganggu
Titik peluh mereka basah kering demi membesarkan aku
Tidak pernah mereka mengadu letih
Tidak pernah mereka mengadu sakit
Lauk yang dimulut sanggup mereka keluarkan untuk
diberikan kepadaku
Harta yang mereka kumpulkan ikhlas mereka lepas
untuk pendidikanku
Namun selama ini aku lupa semua itu,ya Allah
Karena mereka tidak pernah mengeluh kepadaku,ya
Allah
Karena mereka tidak pernah mengeluh kepadaku,ya
Allah
Ya Allah ya Rahim ya karim
Dimalam ini aku mengadu kepadaMu ya Allah
Di malam ini aku memohon sepenuh hati kepadamu ya
Allah
Rahmatilah mereka, ampunilah dosa-daosa mereka
Moga doa ini tidak terhijab untuk Kau perkenankan ya
Allah
Amiiiin……..
Dihening
pagi itu, aku bersimpuh, terus memohon ampun.dan air mata ini terus mengalir
deras…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar