Kamis, 22 Maret 2012

Titip Rindu Buat Ayah...

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan...


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia...


Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban...


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia...

***

Sebuah lirik lagu favoritku yang mengingatkan aku pada seorang yang tak tergantikkan dalam hidupku...
sebuah lagu karya Ebiet Ghofar Bin Abu Djakfar...yang mungkin sudah lekat dalam ingatanku sedari SD...

***

Kalau ada laki-laki di dunia ini yang menjadi teladan setelah Rasulullah dan para nabi, dia adalah Ayahku...
Lelaki tangguh yang menularkan semangat hidup kedalam diriku,
mematri keberanian dalam dadaku...
mengajarkan kepadaku tentang arti tanggung jawab...
mengenalkan kepadaku tentang arti islam dengan melafatkan adzan ditelingaku ketika aku dilahirkan...

***
aku begitu mencintai beliau dan mengaguminya...

***
Sekarang aku baru sadar peran beliau yang sesungguhnya,
Ayahku yang selama ini bergelut dengan panas dan terik matahari, demi melihat anak-anaknya bisa makan dengan kenyang dan berangkat ke sekolah dengan wajah yang ceria...
Bisa setiap hari membawa uang saku yang menurutku sangat kecil...tapi baru aku sadari betapa sulit beliau mendapatkannya...

***

Aku selalu teringat pesan beliau...
   " Mas, nak Atine jenu nyedak marang sing Kuasa...lan aja lali ngaji Al-Qur'an ne..."
inilah pesan beliau yang selalu aku ingat sampai sekarang...

***

Jadi teringat akan sebuah artikel di majalah "MA"
"Arti sayang seorang anak kepada ibu bapaknya bukan semata-mata kiriman uang...
tetapi arti sayang seorang anak kepada ibu bapaknya ialah dengan do'anya,
supaya keduanya mendapat tempat terbaik disisi Allah..."

***
Ya Allah...
semoga hamba termasuk anak sheleh seperti apa yang diharapkan orang tua...
yang mana doa anak sholeh tidak akan terputus walaupun keduanya telah tiada...
"Amien ya Rabbal alamin..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar