Rabu 21 juli
2009
Ku lihat sebuah
pemandangan yang bisa menjadikan pembelajaran bagi diri ini. Yaps, hari ini
kulihat seorang kakek tua yang masih bersemangat bekerja mengambil sampah dari
satu tempat ketempat lain..
Aku jadi
bertanya dalam hati, bagaimanakah sang kakek mampu kuat bekerja berjam-jam
tanpa mengenal rasa lelah…
Yach, aku pikir
menarik gerobak sampah dari satu tempat ke tempat lain bukanlah perkara yang
mudah.
Aku juga lihat
dengan jelas gerobak sampah yang dipakai sang kakek terdapat tulisan yang
menggelitik hatiku…tulisannya adalah “Penantianku” .entah apa makna
tulisan ini aku tidak mau berkomentar.
Mungkin beliau sendirirah yang mampu menafsirkannya.
Aku juga kadang
merasa heran, bagaimanakah seorang petani…sopir angkot…tukan becak mampu dan
tahan bekerja di tengah terik panas dan dingin malam..kekuatan apa yang
mendorong mereka mampu kuat secara fisik dan tangguh secara mental..? sedangkan
jika aku melihat pada diri ini, lebih sering mengeluh hanya karna persoalan
yang tak lebih besar daripada ujung kuku..duh, jadi malu sendiri..
Aku rasa
kekuatan itu bernama “Cinta”.
Cinta yang
melahirkan harapan dan pengabdian bagi mereka yang mempersembahkan hasil kerja
mereka,kepada keluarga nun jauh disana… kepada alam yang mengasuh mereka… kepada
masyarakat yang membutuhkan jasa mereka… atau kepada hati tempat cinta itu
mengalir.
Duh, jadi ingat
betapa aku sering sekali mengeluh hanya karna ada tambahan pelajaran atau apa
lah…sekarang jika aku merasakan itu semua, aku jadi terkenang punggung bungkuk
nenek yang membawa sampah…
Beliau memiliki
sesuatu yang ia cintai,dan kepadanyalah beliau ulurkan kerjanya…
Kepada beliau
aku belajar tentang pengabdian atsa dasar cinta.
NB: Cinta kepada Allah adalah sumber kekuatan
terbesar…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar