Kamis, 22 Maret 2012

Kalian dimana sahabatku...?

Bumi allah, 25 maret 2011
00:28: “ kalian ada dimana…..sahabatku….”

Jujur aku merasa bingung maumemulai tulisan ini dari mana. Sudah beberapa hari ini aku merasa tak enak badan. Biasalah tubuh “manja” ini bila sudah terserang hawa dingin pasti kambuh lagi penyakitnya. Sudah bermacam-macam obat aku minum, mulai dari yang rasanya manis hingga yang pahit, tetapi semuanya seakan-akan menambah daftar panjang jenis obat yang masuk dalam tubuh ini.
Tetapi ditengah rasa tidak “enak” ini aku merasa senang. Karena begitu lamnaya allah memberikan nikmat sehat kepadaku tetapi semuanya lupa untuk kusyukuri. Karena itu dengan lamanya sakit ini aku berharap semoga Allah berkenan mengamp[uni dosa-dosaku yang tak terhitung banyaknya itu.
Jadi ingin mengutip kata-kata nabi Ayb as. Ketika diuji Allah dengan penyakit kusta. Pada waktu itu istrinya menyuruh beliau berdoa untuk memohon kesembuhan dari Allah, tetapi beliau berkata:
“ biarlah aku hidup menderita, karena sebelum ini telalu banyak nikmat allah yang diberikan kepadaku, aku malu untuk minta sembuh…”
Mungkin kata yang pantas yang perlu aku ucapkan saat ini adalah “ Alhamdulillah”…
Yach itulah yang perlu aku katakan. Aku bersyukur, ditengah kecemasanku itu banyak tenman-teman yang memberikan motivasi padaku. Aku tidak tahu apa jadfinya diri ini tanpa mereka semua.
Berbicara masalah teman ataupun sahabat, aku jadi terkenang ketika beberapa hari yang lalu aku membeli sebuah buku yang berjudul “ ORANG KOTA MENCARI ALLAH”
Sebuah buku yang menarik menurutku, yach…walaupun bahasanya agak sulit untuk difahami, tetapi buku setebal 317 halaman ini banyak memberikan inspirasi padaku tentang betapa “menakutkannya” kehidupan kota…
Aku jadi teringat akan sesuatu,
Yaitu memori masa lalu yang begitu sulit untuk dilupakan.
Tepatnya sekitar dua tahun silam aku punya lima orang sahabat karib.kami adalah sebuah kelompok yang sama-sama duduk sebagai pelajar SMA dan SMK disekolah yang berbeda. Kami sama-sama aktif dikegiatan keagamaan yang ada di desa kami. Sering sekali kami mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan, entah itu dalam lingkup TPA maupun diluar desa.

Wajah desa kami tampak bercahaya. Kegiatan-kegiatan TPA begitu ramai dan hamper tiap malam selesai shalat magrib kami berkumpul di masjid untuk sekedar berbincang ataupun membuat agenda kegiatan. Bulan ramadhan adalah bulan spiritual bagi kami. Kami sering mengaji di masjid hingga larut malam, bahkan tak jarang sampai tidur di masjid pada malam harinya.
Kami sama-sama belajar mencintai agama ini dengan memahami dan mempraktekkan ajaran dan sunnah Rasul-Nya, walau tak jarang terjadi pro dan kontra, tetapi kami begitu menikmatinya.
Hari berganti hari dan waktupun berlalu.
Setelah lulus dari sekolah, kami pun segera berpisah. Kami tidak mungkin selalu bisa bersama. Ada hidup yan harus kami jalani.ada tuntutan yang harus kami penuhi.
Aku sendiri pergi kesemarang untuk menimba ilmu disini. Ada temanku yang merantau kejakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
Hanya ada yang masuk dunia perkuliahan. Sedangkan selebihnya masuk dunia pekerjaan. 6 bulan sekali aku pulang. Begitupun dengan sahabat-sahabat.. kami masih bisa berkumpul walau tak seintens dulu.
Kami saling berbagi pengalaman. Walau sedikit ilmu yang kudapat, aku teetap membaginya. Begitu juga pengalaman bekerja dari para sahabat mereka ceritakan padaku. Kami masih merasakan keleztan jiwa. Keimanan kami rasanya masih terjaga.
Hari berganti bulan dan tahunpun terbilang.
Kami sudah jarang berkumpul lagi. Waktu rasanya tidak mengizinkan lagi. Paling-paling setahun sekali kami bisa bertemu. Berbagi cerita, dan bebagi pengalaman.
Tetapi ada satu yang berubah…
AGAMA tidak lagi menjadi tema utama perbincanagan kami. Semuanya bergeser ke masalah pekerjaan dan aktivitas duniawi.semuanya seakan berubah. Secara pribadi aku sangat sedih dengan perubahan ini.
Perbincangan masalah agama rasanya tidak begitu menarik bagi para sahabat.
Dalam dada aku berdo’a, semoga aku dan para sahabat semakin lama tidak semakin jauh dari Allah Swt. Semoga dimanapun kami berada, Allah senatiasa menjadi Dzat yang tak pernah kami lupakan…
Semoga…
Finally,
Sahabat…kalian ada dimana…?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar