Rabu, 25 Juli 2012

Agar Jomblo Tetap "PD"


1. Niatkan karena Alloh subhanahu wata’ala. inilah yang menyebabkan kita jadi percaya diri dalam status jomblo, ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang terjerumus dalam pacaran. insyaalloh dengan berbekal niat seperti ini kita memperoleh pahala dari alloh subhanahu wata’ala, sebab, kita meninggalkan perbuatan maksiat dalam rangka mendapatkan keridhoannya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah maksiat di dalam pacaran ada serangkaian aktivitas maksiat yang mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina. mulai dari melihat, memegang, bersepi-sepi, dst. yakini bahwa pacaran adalah perbuatan munkar, sehingga kita pun tenang mengatakan “alhamdulillah , aku
jomblo”.

3. Tenang dengan takdir Alloh subhanahu wata’ala fitrah manusia memang selalu tertarik dengan lawan jenisnya, keinginan untuk menyalurkan ketertarikan kepada lawan jenis adalah sesuatu yang manusiawi.
namun jangan sampai hal ini membuat kita menempuh jala yang dilarang alloh subhanahu wata’ala. yakinlah dengan takdir alloh subhanahu wata’ala, bahwa masa-masa itu akan datang (pernikahan).

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih gunakan setiap waktu yang diberikan oleh Alloh subhanahu wata’ala dengan memperbanyak amalan sholih yang sesuai. misalnya puasa sunnah, sholat malam, menghafal al-qur’an, birrul walidain dsb. kesibukan dalam hal kebaikan ini akan memupus keinginan hati terhadap hal-hal yang dimurkai oleh Alloh subhanahu wata’ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin jangan sampai waktu yang ada kita gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik merupakan penyakit berbahaya bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal yang mendorong untuk berpacaran hati manusia itu lemah, bila dorongan untuk melakukan maksiat begitu besar maka seseorang akan mudah terpengaruh dalam perbuatan maksiat, dorongan itu bisa berasal dari tontonan, bacaan, lingkungan, yang dorongan tadi mesti ditepis jauhjauh dengan menghindari sebab. disisi lain, sepantasnya kita berusaha untuk mencari bacaan, tontonan dan lingkungan yang mendorong kita untuk semakin taat kepada Alloh subhanahu wata’ala.

#sumber : el-fata ed 5 vol 7 2007
(diringkas kembali oleh ana)

"MENJOMBLO ADALAH PILIHAN"
kebanyakan manusia tidak begitu saja
menempuh jalan yang disyariatkan
penciptanya. kadang mereka membuat
aturan sendiri pada beberapa masalah.
pada masalah menjalin hubungan dengan
lawan jenis ini kebanyakan manusia
menepuh jalan awal pernikahan dengan
pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan
sang pencipta.
melalui pacaran, pasangan yang
berpacaran berharap bisa mengenal
kepribadian dan seluk-beluk pasangannya
sebelum akhirnya memutuskan untuk
menempuh hidup bersama.
walaupun lazim dilakukan manusia saat
ini, ada juga yang tidak mengambil jalan
pacaran ini, mereka menjadi generasi
muda tanpa pacar dan hidup tanpa
pacaran, bahasa gaul saat ini mencap
mereka dengan gelar jomblo. beberapa
macam alasan saat orang mengambil
pilihan untuk menjadi jomblo.

1. Studi dulu
sebagian anak muda merasa sadar akan
pentingnya ilmu yang harus ia pelajari,
sehingga mereka menunda masalah hubungan
dengan lawan jenis dengan alasan karena
masih sekolah/kuliah.
tidak bisa dipungkiri hubungan dengan
lawan jenis berpotensi untuk mengganggu
konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar
pacaran.

2. Kerja dulu
kebanyakan orang tua juga setuju dengan
alasan ini jika anaknya menjomblo. biar
kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa
memberi makan anak orang, setelah itu
silahkan pacaran!, demikianlah.
orientasi bekerja tentu saja mencari
penghasilan. dengan demikian, yang belum
bekerja dan tak ingin merepotkan orang
tuanya mengambil alasan ini untuk tidak
berpacaran.

3. Tidak laku-laku
orang yang seperti ini termasuk kategori
menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka
tidak memilih untuk menjomblo. jadi
jangan terkejut jika yang seperti ini
masih giat mencari lawan jenis untuk
dijadikan pacar, kalau ada yang mau,
ya… ayo…!.

4. Malu kepada lawan jenis
ini alasan yang berhubungan dengan
kepribadian, pada dasarnya malu adalah
sikap terpuji, dalam banyak hal
seharusnya kita mempunyai akhlak malu
ini.
dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu
seharusnya lebih dikedepankan dan inilah
sifat yang terpuji di mata syariat.
namun, adanya malu pada seseorang bisa
jadi bukan karena orang itu sadar
syariat, tetapi karena merasa tidak
percaya diri, malu yang seperti ini bisa
hilang ketika suatu saat
kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi.
jadi jangan heran jika tiba-tiba si
pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan
lawan jenis setelah kelemahannya
teratasi.

5. Karena ALLOH subhanahu wata’ala
alhamdulillah inilah alasan yang tepat,
mengapa menjomblo? karena pacaran tidak
disyariatkan dan sarat maksiat.
memang ketika ingin menikah harus
mengenal dan mengetahui calon pasangan
hidup, namun pacaran bukanlah cara yang
mesti ditempuh. informasi mengenai calon
pasangan hidup bisa diperoleh lewat
sumber yang terpercaya; keluarganya,
teman dekat maupun saudaranya tanpa
harus mendekati si dia.

sumber : majalah el-fata ed 5 vol 7 2007copypaste dari bulletinboard akh abu hanif
www.majalah-elfata.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar