Bumi Allah, 07 April 2011
01:12; “Dekat di jiwa, jauh di mata”
Entah mengapa malam ini mataku sulit sekali untuk terpejam.
Kulihat jam di HP-ku sudah menunjukkan pukul 01:12 WIB, aku harus segera tidur
;bisikku dalam hati. Karena besok pagi harus kekampus sebab ada satu mata
kuliah.
Tetapi, walaupun tlah kucoba untuk memejamkan mata, seakan
percuma. Akhirnya kuputuskan buat nulis “Cerita Hati” ini. Suasana yang sepi
membuatku bebas berimajinasi.
***
Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu mimpi “aneh”…
Kuhitung-hitung sudah hamper tiga kali aku memimpikan dia.
Aku jadi bertanya-tanya “apa maksud sema ini…?”. Apa karena aku terlalu
memikirkannya sampai-sampai terbawa mimpi. Tapi, mungkin karena lupa baca do’a
sebelum beranjak tidur, aku jadi mimpi seperti ini.
“Tapi, kenapa harus “dia” yang muncul…?”
Kalau kata fahri, memimpikan seorang akhwat adalah musibah
yang besar, karena bisa bedampak pada hati…begitu pula denganku…!
Ah…ENTAHLAH…
Tetapi yang aku heran adalah, apa yang ada didalam mimpi itu
hamper sama dengan apa yang aku rasakan saat ini.
“Maha Suci Allah yang menciptakan setiap sesuatu dengan
hikmah, dan membuka tabirnya dihadapan orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Dan Maha Suci Allah yang menciptakan setiap yang bergerak juga
yang diam berdasarkan Cinta. Yang dengan cinta itu, Allah ubah nyali seorang
pengecut menjadi pemberani. Allah jadika derma telapak tangan yang kikir.dengan
Cinta itu, Dia tenangkan Akhlaq-akhlaq yang terasing. Dengannya Ia lembutkan
jiwa-jiwa yang sebelumnya keras, bahkan seringkali Allah muliakan seorang budak
menjadi raja atau sebaliknya dengan kekuatan Cinta.”
Kini…
Aku muali sadar perasaanku padanya sudah berubah,
Aku mencintainya…
Entah ini cinta nyata atau maya…,
Mungkin hanya cinta maya, karena menurut buku yang pernah
kubaca, Cinta sejati Hanya untuk Allah dan karena Allah.
Mungkin aku hanya terbawa perasaan saja karena mimpi itu,
dan aku ingin segera mengakhiri semua ini.
Jujur aku merasa sedih karenanya,tapi aku lega, akhirnya aku
bisa meninggalkanya karena Allah lebih pantas dicintai.
Untuk apa aku mempunyai perasaan untuk seseorang yang belum
jelas bagaiman perasaannya padaku.
Lagi pula prinsipku sudah jelas…”Aku tidak akan pacaran
sebelum menikah…!”
Yach..prinsip yang akan kupegang sampai kapanpun.
Finally…
Syariat islam memang membatasi pergaulan laki-laki dan
perempuan.
Aku sudah berusaha menjaga pergaulanku dengan teman-teman
perempuan dikampusku.
Kalo aku gak bisa menjaga hatiku percuma saja…
Tolong jangan anggap aku “aneh” aaupun berlebihan. Aku hanya
tidak mau terus dihantui perasaan itu.
Kalau memang Allah menginginkan kita untuk besama, mungkin
kita kan bertemu…
Ini juga “Cerita
Hati” terakhirku,
Aku ingin kembali menyimpannya dalam buku seperti dulu…
Aku berharap hanya aku dan Allah saja yang tahu…
Maafkan aku…
Semoga Allah mengampuniku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar