Kamis, 22 Maret 2012

Akhwatku Sayang...

Akhwatku Sayang,
Kelibat mataku memandang tajam
Lantas butiran air mata jatuh berguguran
Melihat nasib pendukung Agama,
Yang lemas terus dibawa arus “Globalisasi dan Kemodern”
Akhwatku Sayang,
Wajah yang dulunya bersih,
Dicoret dengan warna-warni untaian dosa…
Bibir yang dulunya suci,
Diwarnai berbagai warna yang menggiurkan.
Hijabmu ibarat senjata yang ampuh,
Turut disalahgunakan.

Akhwatku Sayang,
Tempat yang suci dijadikan medan pertandingan,
Dengan pameran busana yang memukau,
Gandengan fashion dan warna yang garang,
Takkan terlepas dari lirikkan mata yang memandang.
Siapa yang lagi cantik?
Siapa yang lagi ramai peminat?
Diluar sadar niat mula berubah,
Tanpamu mengizinkan.

Akhwatku Sayang,
Cantiknya wanita itu,
Bukan karena ramainya lelaki yang memujamu…
Cantiknya wanita itu,
Bukan karena cantik dan mahalnya pakaian yang menutup auratmu…
Cantiknya wanita itu,
Bukan karena manjanya nada suaramu…
Cantiknya wanita itu,
Bukan karena keberanian yang salah disis agamamu…
Namun, Akhwatku Sayang,
Cantiknya wanita itu,
Pada bibirmu yang selalu berdzikir,
Pada mukam yang bersinar dengan cahaya wudhu,
Pada hatimu yang penuh rahmat dan takwa,
Pada pendirianmu yang tak goyah,
Memperjuangkan agamamu,
Yang semakin hari semakin penat,
Karena madrasah utama ummah,
Hilang arah dan tujuan kehidupan.

Akhwatku Sayang,
Mengapa harus berbangga diri…
Tiada yang tinggal dalam jasadmu kecuali rohmu yang suci,
Janganlah engkau kotorkan dengan belitan nafsu,
Yang menjadi pinjaman pasti akan dipulangkan,
Kepada pemilinya kelak…

Akhwatku Sayang,
Jangan engkau menjadi pengobar fitnah,
Yang sudah termaktub sejak beribu tahun yang lalu,
Apakah sanggup kau merealisasikan sebuah fitnah,
Yang mamapu menggoncangkan keimanan
Setiap yang bernama lelaki…?

Akhwatku Sayang,
Bukan diskriminasi Tuhan
Yang telah menciptakkanmu demikian,
Karena engkau ibarat mutiara yang bernilai
Yamg sewajarnya dijaga rapi…
Sampai suatu ketika simpanlah kecantikkanmu…
Kepada yang layak engkau pamerkkan,
Bahkan pahala yang dikurniai,
Jika diberi pada tempatnya dan tepat orangnya…

Maaf…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar