Akhwatku
Sayang,
Kelibat
mataku memandang tajam
Lantas
butiran air mata jatuh berguguran
Melihat
nasib pendukung Agama,
Yang
lemas terus dibawa arus “Globalisasi dan Kemodern”
Akhwatku
Sayang,
Wajah
yang dulunya bersih,
Dicoret
dengan warna-warni untaian dosa…
Bibir
yang dulunya suci,
Diwarnai
berbagai warna yang menggiurkan.
Hijabmu
ibarat senjata yang ampuh,
Turut
disalahgunakan.
Akhwatku
Sayang,
Tempat
yang suci dijadikan medan pertandingan,
Dengan
pameran busana yang memukau,
Gandengan
fashion dan warna yang garang,
Takkan
terlepas dari lirikkan mata yang memandang.
Siapa
yang lagi cantik?
Siapa
yang lagi ramai peminat?
Diluar
sadar niat mula berubah,
Tanpamu
mengizinkan.
Akhwatku
Sayang,
Cantiknya
wanita itu,
Bukan
karena ramainya lelaki yang memujamu…
Cantiknya
wanita itu,
Bukan
karena cantik dan mahalnya pakaian yang menutup auratmu…
Cantiknya
wanita itu,
Bukan
karena manjanya nada suaramu…
Cantiknya
wanita itu,
Bukan
karena keberanian yang salah disis agamamu…
Namun,
Akhwatku Sayang,
Cantiknya
wanita itu,
Pada
bibirmu yang selalu berdzikir,
Pada
mukam yang bersinar dengan cahaya wudhu,
Pada
hatimu yang penuh rahmat dan takwa,
Pada
pendirianmu yang tak goyah,
Memperjuangkan
agamamu,
Yang
semakin hari semakin penat,
Karena
madrasah utama ummah,
Hilang
arah dan tujuan kehidupan.
Akhwatku
Sayang,
Mengapa
harus berbangga diri…
Tiada
yang tinggal dalam jasadmu kecuali rohmu yang suci,
Janganlah
engkau kotorkan dengan belitan nafsu,
Yang
menjadi pinjaman pasti akan dipulangkan,
Kepada
pemilinya kelak…
Akhwatku
Sayang,
Jangan
engkau menjadi pengobar fitnah,
Yang
sudah termaktub sejak beribu tahun yang lalu,
Apakah
sanggup kau merealisasikan sebuah fitnah,
Yang
mamapu menggoncangkan keimanan
Setiap
yang bernama lelaki…?
Akhwatku
Sayang,
Bukan
diskriminasi Tuhan
Yang
telah menciptakkanmu demikian,
Karena
engkau ibarat mutiara yang bernilai
Yamg
sewajarnya dijaga rapi…
Sampai
suatu ketika simpanlah kecantikkanmu…
Kepada
yang layak engkau pamerkkan,
Bahkan
pahala yang dikurniai,
Jika
diberi pada tempatnya dan tepat orangnya…
Maaf…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar