Bumi Allah, 21 januari 2011
00:07; ketika doktrin pemikiran , merubah pandangan orang
tentang ISLAM
PEKALONGAN…
Sebuah kota yang sama sekali tak pernah terfikirkan
sebelumnya, bahwa ternyata aku menginjakkan kakiku disana…
Sebuah kota kecil tang terkenal dengan sebutan kota
batiknya.
Yach…entah mengapa nama itu kbegitu lekat dalam ingatnaku
akhir-akhir ini. Sebuah kota yang sudah memberikanku inspirasi…memberikanku
kenangan manis yang begitu susah unuk dilupakan.
Tapi maaf…
Kenangan itu bukanlah soal CINTA…ataupun CINTA…apalagi
CINTA…
Kenangan itu tentang
kpersahabatan…ukhuwah…ketidaktauan…kenekatan….dan dakawah islam.
Yach…aku ingat sekali waktu itu jumat,21 januari 2011…
Ketika aku dan kedua temanku hendak berangkat ke pekalngan
guna menghadiri undangan dari salah satu FORUM SILATIRAHMI LEMBAGA DAKWAH
KAMPUS yang ada disana.
Aku merasa bersyukur sekali karena lembaga dakwah kami masuk
dalm ndangan mereka.
Awalnya aku sama sekali tidak tahu tentang undangan itu.
Tetapi karena kedua temanku yang begitu bersemangat untuk kmenghadiri acara
itu, akhirnya kaupun ikut juga…sesuatu yang pada akhirnya aku syukuri.
Jujur kedua temankulah yang mengusahakan semuanya. Mulai
dari minta surat tugas dari pihak kampus, sampai minta dana transportasi untuk
kami dating kepekalongan.
Aku kadng heran bercampur syukur, entah ada malaikat apa
yang membujuk kedua temanku ini sehingga mereka begitu ngotot ingin kesana.
Padahal ketika aku Tanya sual lokasi acara itu, mereka sama
sekali tidak tahu.
ENTAHLAH…
Akhirnya jumat soresekitar pukul 17;00 kami berangkat
ketempat yang aku sendiri tidak tahu dimana.
Tapi karena ada temanku yang sama-sam tidak tahu, aku jadi
tenang…yach seenggaknya kalo kami tersesat ,pastinya tidak ada yang berlagak
sok tau karena kami pada dasarnya memang tidak tahu…
Sore itu aku berangkat berama kedua temanku “ si Ustad” dan
“pak kyai”…
Dua orang yang menurutku tahu banyak masalah agama…jadi aku
merasa tenang ada di dekat mereka berdua.
Waktu itu pihak akademik kapus hanya memberikan ijin kepada
3 orang saja… jadi kami bertigalah yang berangkat.
Sebenarnya acara itu berlangsung pada hari sabtu keesokan
harinya, tapi karena kata teman-teman yang lain perjalanan semarang –pekalongan
memakan waktu 4-5 jan, maka kai sepakat berangkat sore itu…
Kami bertiga nak bus dari salah satu agen bus terdekat di
tempat itu… waktu itu aku meliahat semangat di wajah kedua temanku… sebuah
semangat yang entah berapa lama kan bertahn.
Aku bersyukur.
Akhirnya tepat pukul 20:45 kami sampai di depan kampus
UNIKAL( universitas Pekalonagn). Sesuatu
yan entah harus kusyukuri atau apa aku juga bingung. Ternyata pejalanan kami
hanya memakan waktu 2,5 jam saja.
Menurut denah acara yang tertera ldalam undangan sih acara
itu akan digelar di gedung MUI
pekalonagn….yang menurut denah itu tepat berada di depan kampus UNIKAL.
Tapi entah kenapa gedung MUI tidak terlihat pada malam itu…
Entah karena pikiran kami bertiga yang takut…kalut…atau
apalah kami tidak tahu.
Atau jangan-jangn suasana pekalongan yang pada malam itu
kelihatan tidak brsahabat….
ENTAHLAH…
Malam itu terlihat egitu sepi….kalo boleh sok puitis sih
malam itu MENCEKAM…sangat jauh dari kesan perkotaan yang biasa aku lihat di
semarang.
Aku jadi berfikir, inikah PEKALONGAN…?
Tapi Alhamdulillah waktu itu kami bertiga…jadi aku masih
bisa tenang , walaupun aku tidak tahu juga pakah Si Ustad dan pak kyai merasakan
apa yang aku rasakan.
Akhirnya keputusan ada ditangan si ustad yang pada waktu itu
kami tunjuk sebagai pemimpin perjalana…karena aku ingat sabda rasulullah…
“Apabila kalian keluar rumah lebih dari satu orngang hendak
melakukan sebuah perjalana, maka tunjukla salah seorang dari kalian sebagai
pemimpin…”
Akhirnya si ustad mengajak kami untuk beristirahat di salah
satu warung terdekat dari situ sembari brtanya-tanya lokasi acra besok.
Tetapi entah kaenapa pikiran iu kembai mengganggu otakku.
Entah karena suasana malam yang kurang bersahabat, atau
pikiranku yang wgitu kalutnya….
Aku melihat pandangan setiap orang pada malam itu begitu
aneh… setiap kami bertanya sesuatu, pasti ujung-ujungnya mereka binag” maaf
mas, saya tidak tahu…saya bukan asali sini…”
Kamipun akhirnya memutuskan segera mencari masjid untuk
sholat sembari minta ijin untuk bermalam seandainya diijinkan. Tidak begitu
lama kami berjalan akhirnya kami menemukan salah satu masjid yan terdekat dari
situ. Tetapi aku sadar, ini bukanlah semarang yang setiap harinya selama 24 jam
masjid selalu terbuka.. kami mendapati masjid di pekalongan yang sudah
tertutup, padahal waktu baru menunjukkan pukul 21:00.
Ketika kami hendak memasuki masjd itu, aku melihat salah
satu orang yang sedang menggendong anaknya bergegas masuk kedalam rumah ketika
melihat kami. Waktu itu aku langsung tesdar…
Pakaina kami begitu mencolok…
Bukan karena warnanaya…modelnya…apalagi harganya…
Wakktu itu aku mengenakan jaket hitam, celana jin berwarna
senada dan menggunakan tas rangsel…
Begitu juga ke dua temanku…
Ya Allah…apakah sebegitu paranhnya doktrin pemikiran
orang-orang kafir sehingga penampilan kami begit dicurigai…
Aku jadi sadar…pemberitaan soal teroris yang akhir-akhir ini
menghiasi media masa dan media cetak menjadikan kami kena dampaknya…
Munngkin mereka curiga …takut…atau apalah aku tidak tahu…
Akhirnya aku segera mengajak ke dua temanku yang tidak sadar
akan hal itu segera pergi dari tempat itu…
Aku tidak tahu mala mini akn sepertia apa…?
Tapi yang pasti…aku merasa Allah selalu menjaga kami…
Allah bersama hambnya yang beriman…
Yach meskipun aku tidak tahu, aku masuk dalam kateori it apa
tidak…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar