Kamis, 22 Maret 2012

Subhanallah,

Bumi Allah, 12 februari 2011
23:04: ketika dengan lembutnya aku mendengar lirik lagunya Viera “TAKUT”

Ada orang yang terkadang berusaha sepenuh daya…tenaga…masa…juga harta dalam mencapai apa yang di cita-citakannya.
Ada pula yang mencari berbagai Alasan untuk “lari” dari tanggung jawab dan kewajibannya.
“HENDAK SERIBU DAYA, TAK HENDAK SERIBU DALIH”
Orang yang bersungguh-sungguh itu selalu meraih kebahagiaan. Orang yang sering beralasan dari tanggung jawab sering diburu resah dan dosa…
Ah ENTAHLAH….
Jadi terkenag sebuah kejadian menarik yang terjadi beberapa waktu silam, ketika suatu hari aku balik dari membesuk saudara yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di kota “ATLAS”
Aku ingat sekali waktu itu sekitar ukul 18.06 ba’da shalat magrib, disalah satu ruang inap pasien mataku menangkap kelibat sesuatu yang bergerak-gerak di depan pintu ruang bedah…
Waktu itu entah kenapa perasaanku jadi lain…takut…pasti aku takut, tetapi dengan segenap keberanian, kucoba mendekati kaca ruang bedah itu dan segera mengamati apa yang sedari tadi bergerak-gerak itu…
SUBHANALLAH…
Aku melihat pemandangan yang hamper membuatku tak percaya…
Aku melihat di dalam ruangan itu ada sosok seorang lelaki paruh baya yang tengah bangkit dari pergerakan rukuknya lantas iktidal dan bersujud…
Tak terasa air mataku menetes kalu mengingat kejadian yang sangat luar biasa itu.

Aku juga teringat…
Ada seorang bapak yang menghamparkan kain disisi ranjangnya untuk alas tempat sholatnya ketika sedang dirawat di rumah sakit karena sakit asmanya yang semakin parah…
Walaupun terpaksa bersama dengan pasien lain dalam satu ruangan sempit ditambah lagi keadaan yang tidak sehat, beliau masih mampu mengerjakan sholat dengan berdiri.
Juga teringat pula,
Seorang bapak  yang telah lmpuh kedua kakinya akhibat kecelakaan yang terjadi sudah hamper 3 tahun lamanya, seorang bapak itu dalam kursi rodanya masih sempat juga menunaikan shalat iya’ dengan dibantu pihak keluarganya.
SUBHANALLAH…ALHAMDULILLAH…bisikku di dalam hati.
Terdetik rasa kagum dan syukur pada hamba-hamba Allah tersebut yang masih tetap istiqomah menyembah-Nya. Walaupun bagaimana kondisi dan keadaannya.
Jadi teringat sesuatu…
“Saya tidak dapat sholat sebab badan saya kotor dan najis…”
Alas an seseorang Hamba Allah yang diajak untuk sholat Ashar berjamaah di suatu komplek perumahan.
“susah kalu mau pakai make up lagi kalo muka dah kena air wudhu…!”
Ujar seorang gadis yang member alas an kenapa tidak mau diajak sholat duha semasa jam istirahat kampus…
“saya tak bawa rukuh…? Bagaimana saya mau sholat…?”
Kata yang lain pula.
“saya mau sholat …tapi hati saya belum terbuka…?”
Ujar seorang insane yang entah kapan hatinya akan terbuka.
Ah…ENTAHLAH…
“Dan mitalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) Sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali orang-orang yang khusyu.”
(QS.Al-Baqarah:45)
Entah kenapa aku merasa begitu sering melihat sebuah pemandangan yang begitu kontras dari sebuah kejadian.
Sebenarnya, shalat yang hany memakan waktu tidak lebh dari 10 menit itu harusnya mudah untuk dilaksanakan. Tetapi kenapa fenomena diatas masih saja terjadi…?
ENTAHLAH… sebuah pertanyaan yang pantas pula kutujukan buat diri ini.
Terkadang tanpa sadar aku masih begitu sering menyia-nyiakn waktu luang yag kupunya.aku terkadang SOK SIBUK  dengan kegiatan yang sebenarnya masih dapat kutinggalkan. Ketika waktu sholat tiba, tidak segera mengambil air wudhu dan bergegar melaksanakan sholat. Seakan lupa akan hadist nabi yang mengatakan…
“amalan pertama yang akan dihiap dari seorang hamba adalah Sholat…”
(HR.An-nas’I dan Thabrani)
Moga Allah berkenan mengampuni.
Jadi ingin mengutip kata-kata dari novel yang berjudul “Faiz Faizah” karya itman lhutfi yang beberapa waktu yang lalu sempat kueli dari sebuah toko buku .
“Allah adalah GHAIB…
Dan mencintai-Nya memang bukan perkara yang mudah, sangat berbeda jika dibandingkan dengan mencintai manusia yang terlihat wujud fisiknya.
Mencintai Allah yang ghaib pun merupakan sebuah ujian…
Untuk bisa mencinta_nya, setiap manusia tak cukup menggunakan mata.
Tetapi kayakinan hati dan butuh waktu yang panjang dan berliku…”
ENTAHLAH….
Finally…
Ketika Allah telah karuniakan nikmat sehat dan watu lapang…
Masihkah layak untuk beralasan…?
Adakah yang lebih udzur disbanding sworang tua yang lumpuh tadi…
Ataukah adakah yang lebih sibuk dibandingkan dengan nabi yang membawa risalah agama…
Ataukah lebih penting make up dimuka dari pada melaksanakan perintah Allah…?
Sekali lagi ….ENTAHLAH…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar