Assalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuh…
Entah angin apa yang membuai hari ini membuatku
begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali.
Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun.
Apalagi meluahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya.
Kehadiran seorang gadis yang menuntut suatu yang kujaga rapi selama ini
semata-mata buatmu, Itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku
yang panjang.
Orang tuaku telah mendidikku semenjak kecil agar
menjaga maruah,martabat,dan harga diriku, karena Allah telah menetapkannya
untukku suatu hari nanti. Allah telah menetapkan seorang gadis yang bakal menjadi pendamping hidupku…Jadi,
kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup
pintu hatiku dari gadis manapun karena aku tidak mau membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenal gadis manapun
karena aku tidak mau mengenal gadis lain selainmu…Apalagi memahami mereka.
Karena itulah aku sekuat “kodrat yang lemah” ini membatasi pergaulanku dengan
yang bukan mahramku. Aku lebih suka berada dirumah…berdiam diri dikamar sembari
membaca buku ataupun mencoret-coret kertas…yach…mungkin banyak sindiran yang
datang padaku kalau aku ini kurang gaul…kuper…sok suci atau apalah tapi aku
tidak peduli dengan semua itu…karena ini sudah menjadi prinsipku. Prinsip yang
aku pegang sejak dulu bahwa yang namanya pacaran hanya sekali yaitu setelah
pernikahan yang sah…oleh karena itu aku mencoba memalingkan wajahku dari
seorang gadis… aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari gadis yang bukan
mahramku. Aku tidak ingin dipandang gagah oleh seorang gadis, biarlah aku hanya
gagah dimatamu. Apalah gunannya menjadi idaman banyak gadis sedangkan aku hanya
bisa memilikimu seorang. Aku tidak
merasa bangga menjadi rebutan gadis
bahkan aku merasa terhina diperlakukan seolah- olah aku ini barang yang
bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab jatuhnya
seorang gadis yang dikecewakan lantaran
mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikkan. Bagaimana akan kujawab
dihadapan Allah kelak andai ditanya…? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama
hidup dimuka bumi ini?. Jadi…kalau aku tidak ingin kau memandang lelaki lain,
maka aku dululah yang harus menundukkan pandanganku, Aku perlu memperbaiki dan
menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin
gadis yang baik menjadi istriku, maka aku perlu menjadi leleki yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan bahwa lelaki
yang baik itu untuk gadis yang baik pula.
Tidak kunafikkan memang sebagai remaja aku juga
punya perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu
datang , setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga
perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang
gadis yang bakal menjadi istriku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci.
Bukan hati yang menjadi labuhan gadis lain…Engkau berhak mendapatkan kasih yang
tulen…
Diriku yang memang lemah ini pernah diuji oleh Allah
saat seorang gadis ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak…lucu
memang… berbagai macam dalil aku kemukakan…tetapi dia tetap tidak berputus
asa.aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang sebelum ini telah dirampas
dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan…? Aku
beristighfar memohon ampun dari-Nya. Aku juga berdoa agar sang pemilik segala
rasa cinta melindungiku dari kejahatan.
Kehadiran gadis itu membuatku banyak memikirkan
tentang dirimu.kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Dimana saja aku
berada akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu gadis yang menggoda
diriku itu bukan dirimu, Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan gadis
itu bukan teman hidupku kelak…
Aku bukanlah seorang lelaki yang cerewet dalam
memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih sebuah permata sedangkan
aku hanyalah sebutir pasir yang wujud dimana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti lelaki
sholeh yang lain…., melamar seorang gadis yang bakal dinobatkan sebagai ahli surga.
Membimbing dan mengarahkanku ketujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah secantik Zulaika,
juga harta seluas perbendaharaan Siti kadijah, Ataupun kepandaian setinggi
Aisyah radiyallahuanhu yang mampu mendebarkan jutaan lelaki untuk membuat aku
terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di lauhful
Mahfuz, Allah pasti akan memnanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu…itu
janji Allah. Akan tetapi selagi kita tidak diikat oleh ikatan yang sah, selagi
itu jangan dimubadzirkan perasaan itu karena kita masih tidak punyai hak untuk yang begitu. Juga jangan
melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan
seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak, Cukuplah engakau
menyerahkan seluruh dirimu dalam mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat
bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada
Illahi andainya Engkaulah yang ditakdirkan meniup semangat juangku.Mengulurkan
tanganmu sewaktu rebah aku tersungkur di medan yang dijanjikkan Allah dengan
kemenangan….Itu impianku.
Aku pasti berendam air mata darah andainya engkau
menyerahkan seluruh cintamu padaku… Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh
hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karnaNya. Cinta itu
lebih abadi dari pada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan
kita kembali di surga…
Wassalam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar