Kamis, 22 Maret 2012

Penantian...

Assalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuh…
Entah angin apa yang membuai hari ini membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi meluahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang gadis yang menuntut suatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, Itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.
Orang tuaku telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah,martabat,dan harga diriku, karena Allah telah menetapkannya untukku suatu hari nanti. Allah telah menetapkan seorang gadis  yang bakal menjadi pendamping hidupku…Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari gadis manapun karena aku tidak mau membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenal gadis manapun karena aku tidak mau mengenal gadis lain selainmu…Apalagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat “kodrat yang lemah” ini membatasi pergaulanku dengan yang bukan mahramku. Aku lebih suka berada dirumah…berdiam diri dikamar sembari membaca buku ataupun mencoret-coret kertas…yach…mungkin banyak sindiran yang datang padaku kalau aku ini kurang gaul…kuper…sok suci atau apalah tapi aku tidak peduli dengan semua itu…karena ini sudah menjadi prinsipku. Prinsip yang aku pegang sejak dulu bahwa yang namanya pacaran hanya sekali yaitu setelah pernikahan yang sah…oleh karena itu aku mencoba memalingkan wajahku dari seorang gadis… aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari gadis yang bukan mahramku. Aku tidak ingin dipandang gagah oleh seorang gadis, biarlah aku hanya gagah dimatamu. Apalah gunannya menjadi idaman banyak gadis sedangkan aku hanya bisa memilikimu seorang.  Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan gadis  bahkan aku merasa terhina diperlakukan seolah- olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab jatuhnya seorang  gadis yang dikecewakan lantaran mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikkan. Bagaimana akan kujawab dihadapan Allah kelak andai ditanya…? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup dimuka bumi ini?. Jadi…kalau aku tidak ingin kau memandang lelaki lain, maka aku dululah yang harus menundukkan pandanganku, Aku perlu memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin gadis yang baik menjadi istriku, maka aku perlu menjadi leleki yang baik.  Bukankah Allah telah menjanjikan bahwa lelaki yang baik itu untuk gadis yang baik pula.
Tidak kunafikkan memang sebagai remaja aku juga punya perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang , setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang gadis yang bakal menjadi istriku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan gadis lain…Engkau berhak mendapatkan kasih yang tulen…
Diriku yang memang lemah ini pernah diuji oleh Allah saat seorang gadis ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak…lucu memang… berbagai macam dalil aku kemukakan…tetapi dia tetap tidak berputus asa.aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang sebelum ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan…? Aku beristighfar memohon ampun dari-Nya. Aku juga berdoa agar sang pemilik segala rasa cinta melindungiku dari kejahatan.
Kehadiran gadis itu membuatku banyak memikirkan tentang dirimu.kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Dimana saja aku berada akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu gadis yang menggoda diriku itu bukan dirimu, Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan gadis itu bukan teman hidupku kelak…
Aku bukanlah seorang lelaki yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih sebuah permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud dimana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti lelaki sholeh yang lain…., melamar seorang gadis yang bakal dinobatkan sebagai ahli surga. Membimbing dan mengarahkanku ketujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah secantik Zulaika, juga harta seluas perbendaharaan Siti kadijah, Ataupun kepandaian setinggi Aisyah radiyallahuanhu yang mampu mendebarkan jutaan lelaki untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di lauhful Mahfuz, Allah pasti akan memnanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu…itu janji Allah. Akan tetapi selagi kita tidak diikat oleh ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubadzirkan perasaan itu karena kita masih tidak  punyai hak untuk yang begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak, Cukuplah engakau menyerahkan seluruh dirimu dalam mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran  perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi andainya Engkaulah yang ditakdirkan meniup semangat juangku.Mengulurkan tanganmu sewaktu rebah aku tersungkur di medan yang dijanjikkan Allah dengan kemenangan….Itu impianku.
Aku pasti berendam air mata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu padaku… Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karnaNya. Cinta itu lebih abadi dari pada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di surga…
Wassalam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar