Kamis, 22 Maret 2012

Sepenggal kisah yang takkan terlupa...


Bumi Allah, 17 April 2010
00:41 WIB

Malam ini tiba-tiba saja aku terbangun dari tidurku. Kulihat jam di HP-ku menunjukkan pukul 00:41 WIB. Kucoba untuk bangun walaupun rasanya ingin kembali terlelap tidur.
Kulihat ada empat  pesan masuk di HP-ku. 1 dari insan yang kukenal, 1 satu dari teman kampus yang tanya jadwal ujian, dan 2 lagi dari nomor yang tidak kukenal. Kuputuskan untuk membalas sms dari teman dikampusku karena sms itu dikirim sudah sejak pukul 21:04 tadi malam.
Aku jadi teringat,
Sudah dua hari ini aku tidur agak awal. Selesai shalat isya’,aku sudah memejamkan mata. Biasalah…lagi gak enak badan karena beberapa hari ini selalu kehujanan ketika pulang dari kampus. Padahal besok ada ujian, tapi aku belum belajar sama sekali.
Semoga saja Allah memberikan kemudahan.
Aku juga mau minta maaf kepada teman-teman dan sahabat, bila akhir-akhir ini sms-nya jarang sekali aku balas. Bukan karena apa-apa…tapi karena memang kondisinya seperti ini.
***
Kurasakan suasana malam ini begitu sepi. Langit  mendung tanpa ada bintang yang menghiasi.
Entah mengapa, ketika aku berada disuasana seperti ini, satu hal yang teringat…
KEMATIAN…
Entah mengapa pula aku selalu takut akan hal itu, ataukah jangan-jangan aku termasuk dalam golongan orang yang terlalu cinta dunia dan takut mati…?
Nau’udzubillah…
Sulit sekali aku menghilangkan perasaan ini.
Dulu aku ingat,
Setiap kali hujan deras, aku selalu duduk di sofa ruang tamu sembari memandang kearah luar jendela..
Memandangi rintik hujan…menikmati suasana gemuruh yang bergelegar…
Setiap kali aku melakukan hal itu, perasaan yang sama selalu muncul.
Tetapi waktu itu selalu ada ibuku, ayahku, juga adikku yang berada disampingku. Sejenak perasaan itu hilang…
Apalagi ketika ibuku dating dengan membawa “Wedhang jahe” hangat untuk kami berempat,
Perlahan suasana kecemasan…ketakutan…berubah menjadi sebuah kehangatan.
Tapi,
Saat ini aku sendiri.perasaan yang sama muncul lagi.
Aku jadi teringat kata-kata para sahabat nabi tentang kehidupan ini…
Dari abu bakar r.a pernah berkata (lebih kurang bermaksud):
“aku ingin sekali menjadi sehelai rumput, yang ujung hayatnya dimakan lembu…”
Dari Aisyah r.a berkata (lebih kurang bermaksud):
“aku ingin sekali menjadi burung, yang terbang bebas tanpa perlu bimbang akan hari pengadilan di padang Mahsyar kelak…”
Dari Umar r.a pernah berkat(lebih kurang bermaksud):
“aku ingin jika ibuku tidak melahirkan aku langsung…”
Halid bin walid r.a sewaktu pulang dari medan peperangan berkata:
“Hati ini ingin sekali mati syahid di jalan-Mu  Ya Allah,
Namun aku masih lagi hidup dan pulang kerumahku yang sempit ini, dan meninggalkan syurga-Mu yang luas. Aku sangat cemburu kepada mereka yang telah syahid dijalan-Mu…”
Mungkin munculnya ketakutan itu wajar, dari seorang hamba Allah yang banyak dosa sepertiku, dan mungkin juga Allah memberikan rasa takut ini supaya aku selalu teringat pada-Nya.
Yach…semoga saja.
^_^ andai saja ada “Wedhang jahe” hangat bikinan ibu-ku…mungkin aku akan sedikit lebih tenang malam ini.

Finally…
Her…jika engkau tahu bahwa dosa diri sangat banyak, dan tiada yang mampu menyelamatkan diri selain Rahmat dari-Nya,
-Bentangkan sajadah…
-Bermunajat…
-Sekiranya mampu menitiskan air mata yang pertama,
- teruskan untuk menitiskan titisan yang kedua…!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar